Berita Kabupaten Manggarai Barat

Komodo Ecotourism Watch Dukung Kementerian LHK Membentuk Tim Investigasi Persoalan TNK

Pembentukan tim investigasi ini kata Dosen Universitas Indonesia ini sebagai bentuk keseriusan Kementerian

Komodo Ecotourism Watch Dukung Kementerian LHK Membentuk Tim Investigasi Persoalan TNK
ISTIMEWA
Area di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur yang akan menjadi lokasi pembangunan sarana penunjang wisata. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -- Komodo Ecotourism Watch (KEW) Jakarta mendukung penuh keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI yang membentuk Tim khusus pencari fakta terkait pemberian izin pembangunan fasilitas sarana wisata alam di Kawasan Komodo'>Taman Nasional Komodo (KTNK).

Hal ini dikatakan Direktur Eksekutif Lembaga Komodo Ecotourism Watch, Frans Asisi Datang.

"Sikap Menhut itu sudah tepat dan kita tentunya mendukung keputusan tersebut agar tim investigasi ini dapat mengungkapkan seterang-terangnya terkait pemberian izin pembangunan fasilitas sarana wisata alam di Kawasan Komodo'>Taman Nasional Komodo itu," kata Frans Datang, di Jakarta, Senin (13/8/2018).

Pembentukan tim investigasi ini kata Dosen Universitas Indonesia ini sebagai bentuk keseriusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengevaluasi secara menyeluruh terhadap perusahaan-perusahaan swasta yang telah mendapatkan izin.

Baca: Ayahnya Sakit Kanker, Artis Drakor Winter Soneta, Park Yong Ha Memilih Bunuh Diri, Tragis!

"Saya kira ini bentuk keseriusan mereka (Kemenhut) dalam mengevaluasi perusahaan yang dapat izin pembangunan fasilitas di Kawasan TNK itu," ujarnya.

Hal senada dikatakan Wakil Direktur Eksekutif Komodo Ecotourism Watch, Bernadus Barat Daya.

Menurut mahasiswa program Doktor Hukum ini, sikap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membentuk tim investigasi merupakan sikap responsif atas aksi penolakan masyarakat terhadap pembangunan berbagai fasilitas wisata alam di Kawasan TNK.

"Prinsipnya kita dukung sikap Kemenhut karena itu sikap responsif atas berbagai aksi penolakan masyarakat bangun fasilitas di kawasan TNK yang dinilai merusak habitat Komodi," kata Bernadus di Jakarta.

Mantan anggota DPRD Manggarai Barat ini berharap tim investigasi tersebut harus mampu mengungkap berbagai persoalan pengelolaan Taman Nasional Komodo termasuk Pemberian izin kepada perusahaan-perusahaan tersebut.

Baca: Sepekan Lagi Comeback, Album BTS Love Yourself: Answer Sudah Laku 1,51 Juta Copy

Dukungan serupa juga disampaikan Sekretarif Eksekutif Lembaga Komodo Ecotourism Watch, Maksimus Ramses Lalongkoe.

Halaman
12
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved