Berita Kota Kupang

Defrord Lakapu : Pembinaan Paskibraka NTT 2018 dengan Pendekatan Milenial untuk Revolusi Mental

Sistem dan metode pembinaan yang dilaksanakan dalam proses pembinaan Paskibraka Provinsi NTT tahun 2018 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya

Defrord Lakapu : Pembinaan Paskibraka NTT 2018 dengan Pendekatan Milenial untuk Revolusi Mental
POS KUPANG/RYAN NONG
Koordinator Pembina Paskibraka NTT 2018, Deford Nesareno Lakapu

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

 POS-KUPANG.COM | KUPANG – Sistem dan metode pembinaan yang dilaksanakan dalam proses pembinaan Paskibraka Provinsi NTT tahun 2018 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Pembina Paskibraka NTT 2018, Deford Nesareno Lakapu yang dihubungi Pos Kupang, Senin (13/8/2018) pagi.

Deford menjelaskan, Paskibraka tahun 2018 yang terdiri dari para remaja yang tergolong generasi milenial ini dibina dengan pendekatan-pendekatan melalui metode pembinaan yang mereka susun dan aplikasikan di Desa Bahagia (Asrama Paskibraka Kupang). Dalam hal ini, tidak semata-mata anggota Paskibraka dilatih kemampuan dan kecaapan baris-berbarisnya saja, tetapi diutamakan juga pembinaan mental dan karakter.

“Selain pelatihan untuk baris-berbaris, pembinaan mental dan karakter itu paling utama. Mereka ini generasi milenial, jadi pendekatan-pendekatannya juga harus pendekatan yang mileinial, pendekatakn lampau seperti kontak fisik dikurangi, tetap bisa lihat sendiri hasilnya,” ungkap Deford.

Deford menjelaskan, target yang ingin dicapai dalam pembinaan ini tidak hanya semata-mata jangka pendek untuk memyukseskan acara pengibaran Bendera Merah Putih pada apel kenegaraan peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus 2018 saja, tetapi lebih dari itu secara jangka panjang mau menanamkan virus-virus kebaikan agar anggota Paskibraka bisa menjadi sumber inspirasi dan sumber kebaikan di mana saja mereka berada.

“Target jangka pendek untuk menyukseskan 17 Agustus 2018, tetapi ada jangka panjang kita mau ajarkan mereka bahwa mimpi itu banyak, bukan hanya ini-ini saja. Buktinya banyak Purna Paskibraka sudah berkiprah di banyak tempat, misalnya pramugari pun ada. Jadi viru-virus kebaikan ini yang kita mau tularkan kepada adik adik,” lajut Deford.

Deford juga mengungkapkan, tujuan utama pembinaan paskibraka adalah pembentukan karakter para anggota Paskibraka yang berasal dan mewakili daerah mereka. “Paradigma orang di luar sana, paskiraka itu hanya sekadar kasih naik bendera dan kasih habis uang, tetapi sebenarnya bukan itu tujuan utama. Pembentukan karakter mereka itu yang utama," tambanhya.

Deford juga menilai, penanaman nilai dan pelaksanaan revolusi mental Indonesia bagi generasi muda dimulai dari hal-hal seperti ini.

“Nilai nasionalisme, Pancasila, tolerasnsi, saling menghargai, rendah hati itu semua kita ajarkan di sini. Sehingga bibit-bibit ini dapat menangkal raadikalisme dan intoleransi yang akhir-akhir ini mulai berkembang untuk merusak moral bangasa,” demikian Deford.

Sebelumnya, pada Minggu (12/8/2018) siang menjadi sebuah hari bersejarah bagi anggota Paskibraka NTT, karena untuk pertama kalinya mereka melakukan kunjungan ke Markas Satuan Brimobda NTT. Sebanyak 44 anggota paskibraka yang mewakili 22 kabupaten/kota di NTT hadir dalam kegiatan itu. Mereka didampingi Koordinator Pembina Paskibraka NTT 2018, Deford Nesareno Lakapu, Komandan Pelatih, Iptu Vonny Farizky S.Ik, beserta pembina dan empat pelatih.

Di Markas sat Brimobda NTT, rombongan diterima oleh Wakasat Brimobda NTT, AKBP Robby M Sambang dan pejabat utama serta perwira dalam satuan. Mereka melakukan dialog dan diakhiri ramah-tamah dan foto bersama. *

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help