Berita Kabupaten Ende

Pemkab Ende Dinilai Diskriminatif Kepada Anggota Paskibraka

Pemkab Ende dinilai bersikap diskriminatif terhadap anggota Paskibraka.

Pemkab Ende Dinilai Diskriminatif Kepada Anggota Paskibraka
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Anggota Paskibraka Kabupaten Ende Sedang Berlatih 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Pemkab Ende dinilai bersikap diskriminatif terhadap anggota Paskibraka. Pasalnya, Pemkab Ende hanya membiayai anggota Paskiraka di tingkat kabupaten sedangkan anggota paskibraka di tingkat kecamatan tidak dibiayai.

Anggota DPRD Kabupaten Ende, Armin Wuni Wasa mengatakan hal itu kepada POS- KUPANG.COM, Sabtu (11/8/2018) di Ende.

Arminus mengatakan sejak dulu dirinya selalu mengkritisi perlakuan dari Pemda Ende yang terkesan diskriminatif dalam memperlakukan anggota Paskibraka padahal baik anggota Paskibraka di tingkat kecamatan dan kabupaten sama-sama menjalankan tugas Negara untuk mengibarkan bendera merah putih pada pelaksanaan HUT Prokalamasi RI.

Baca: 50 Peserta Ikut Flores Etnic Fashion di Jalan Soekarno, Ende

"Apa bedanya toh sama-sama menjalankan tugas Negara untuk mengibarkan bendera merah putih pada saat HUT Proklamasi RI namun kenapa dibedakan di tingkat kabupaten mendapatkan dana sedangkan di kecamtan tidak ada dana bahkan untuk pakain pada saat pengibaran bendera mereka terpaksa swadaya beli sendiri," kata Arminus.

Arminus mengatakan bahwa pemberlakuan diskriminatif tersebut tentu menimbulkan kecemburuan diantara sesame anggota Paskibraka.

Arminus mengatakan bahwa dengan adanya pemberlakuan yang terkesan diskrimatif itu berimbas pada persiapan dan pelaksanaan pengibaran di tingkat kecamatan karena mereka terlihat apa adanya meskipun mereka terlihat bersemangat.

"Beberapa waktu lalu saya sempat ikut pelaksanaan upacara bendera ada anggota Paskibraka tidak kosentrasi mengibarkan bendera karena dia terpaksa harus menahan celananya yang kedodoran karena tidak ada ikat pinggang. Ini antara mau pegang bendera atau tahan celana,"kata Armin.

Bahkan yang naasnya ada anggota Paskibraka yang terpaksa memakai ikat pinggang yang kepalanya seperti bajak laut.

Itu semua terjadi karena mereka yang di kecamatan menggunakan dana sendiri untuk menjadi anggota Paskibraka.

Arminus mengharapkan kepada Pemkab Ende untuk menggangarkan dana yang cukup untuk pelaksanaan kegiatan HUT Proklamasi RI sehingga bisa didistribusikan secara merata baik di tingkat kabupaten dan juga kecamatan.

Menurut Armin pada jaman sekarang untuk melaksanakan kegiatan tidak semata-mata hanya mengandalkan semangat semata namun juga harus didukung dengan dana yang cukup.

Secara terpisah, Ketua Panitia Penyelenggara Paskibraka dari Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ende, Emanuel Tiza mengatakan bahwa pihaknya memang pernah mengajukan anggaran untuk mendukung kegiatan Paskibraka di tingkat kecamatan namun demikian dana tersebut dicoret sehingga dengan demikian dana yang ada hanya mencukupi untuk pelaksanaan pengibaran bendera di tingkat kabupaten. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help