Berita Regional

Jumaidi, Korban Selamat Kecelakaan Pesawat Dimonim Dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Papua

Jumaidi, korban selamat jatuhnya Pesawat Dimonim Air PK-HVQ di Gunung Menuk, Provinsi Papua, tiba di RS Bhayangkara Polda Papua.

Jumaidi, Korban Selamat Kecelakaan Pesawat Dimonim Dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Papua
KOMPAS.com/istimewa
Jumadi, korban selamat yang dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat Demonim Air 

POS-KUPANG.COM | TIMIKA - Jumaidi, korban selamat jatuhnya Pesawat Dimonim Air PK-HVQ di Gunung Menuk, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, tiba di RS Bhayangkara Polda Papua.

Remaja berusia 12 tahu ini dievakuasi dari RSUD Oksibil ke RS Bhayangkara Polda Papua, Kota Jayapura, menggunakan Pesawat Dimonim Air PK HVC, Minggu (12/8/2018).

Korban diterbangkan dari Bandara Oksibil pukul 13.45 WIT dan tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, pukul 14.30 WIT.

Baca: 553 Sekolah Rusak Akibat Gempa Lombok, Siswa Belajar di Tenda

Setibanya di Bandara Sentani, dengan menggunakan ambulans korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua, untuk menjalani perawatan.

"Korban dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Jayapura untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," kata Kepala Kantor SAR Jayapura Putu Arga Sujarwadi, dalam rilisnya, Minggu.

Sementara, 8 korban meninggal dunia masih berada di RSUD Oksbil. Mereka yakni Lessie (Pilot), Wayan Sugiarta (Co Pilot), dan sisanya Sudir Zakana, Martina Uropmabin, Hendrikus Kamiw, Lidia Kamiw, Jamaludin, dan Naimus adalah penumpang pesawat.

"Sementara, 8 jenazah saat ini masih berada di RSUD Oksibil," kata dia.

Diketahui, pesawat tersebut ditemukan hancur di Gunung Menuk, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, Minggu (12/8/2018) sekitar pukul 08.45 WIT.

Tim SAR berhasil mencapai lokasi jatuhnya pesawat setelah berjalan kaki selama kurang lebih dua jam dari Kampung Oktamen.

Oksibil Pesawat jenis Pilatus Porter milik PT Martha Buana Abadi sebelumnya berangkat dari Bandara Tanah Merah, Boven Digoel, tujuan Bandara Oksibil, Pegunungan Bintang, Sabtu (11/8/2018) pukul 13.50 WIT.

Sekitar pukul 14.17 WIT, pilot pesawat sempat melakukan komunikasi dengan pihak Tower Bandara Oksibil.

Pesawat seharusnya sudah mendarat di Bandara Oksibil pukul 14.30 WIT. Namun, hingga pukul 15.00 WIT pesawat tak kunjung mendarat. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved