Berita Larantuka

Camat Demon Pagong Harapkan Lomba Mancing Tradisional Jadi Even Tahunan

Camat Demonpagong Yohanes Ibi Hurint hadir di tengah masyarakat yang menghadiri lomba "traditional fishing"

Camat Demon Pagong Harapkan Lomba Mancing Tradisional Jadi Even Tahunan
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Camat Demon Pagong Flores Timur Yohanes Ibi Hurint (tengah) pose bersama Kades Lewomusa Sirfinus Sina Hera (kiri)dan Badan SAR di antara hasil tangkapn nelayan peserta mancing tradisional Sabtu (11/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Camat Demonpagong Yohanes Ibi Hurint hadir di tengah masyarakat yang menghadiri lomba "traditional fishing" digelar Komunitas Pariwisata Demon Pagong Flotim, Sabtu (11/8/2018).

Penangkapan ikan ala masyarakat nelayan tradisional setempat mengikutsertakan nelayan tujuh desa di Demonpagong, digelar di Pantai Desa Lewomuda Demon Pagong.

Masyarakat berbondong-bondong ke tepi pantai menyaksikan para peserta jumlahnya 50 orang dengan sampan menuju ke pantai.

Baca: Kades Lewomuda: Kami Siap Tata Kawasan Pantai Jadi Destinasi Wisata

Pantai Lewomuda masih alami dan sejuk oleh pepohonan yang masih terjaga. Sebagian masyarakat memanfaatkan moment itu untuk menjajakkan Jagung Titi dan berbagi jajanan lokal.

Camat Yan Hurint kepada POS-KUPANG.COM mengharapkan Dinas Pariwisata Flores Timur segera menangkap inisiatif masyarakat menciptakan kegiatan secara swadaya.

Yan Hurint mengungkapkan terimakasihnya karena selain masyarakat tujuh desa, masyarakat nelayan dari Lewolema dan Larantuka juga ikut memeriahkan kegiatan perdana har itu.

Bahkan ada dari Kejaksaan Flotim, Pengadilan Negeri Larantuka. Wakil Ketua PN Larantuka Rightman,S ikut sebagai peserta lomba mancing.

Kata Yan Hurint kegiatan lomba mancing bagian dari acara memeriahkan HUT RI ke-73 tingkat Kecamatan Demon Pagong 2018.

Kegiatan mancing tradisional itu, harap Yan Hurint dapat mengajak masyarakat untuk mencintai laut. Menjaga ekosistem laut sebagai rumah ikan.

Mencegah berbagai kerusakan akibat penangkapan ikan dengan menggunakan racun.

Ke depan jika ekosistem laut terjaga, ikan banyak maka mancing tradisional akan menjadi destinasi wisata yang menarik.

"Kita coba dulu, dan melibatkan masyarakat di sini. Ke depan mungkin akan melibatkan masyarakat lebih luas seluruh Flotim," kata Yan Hurint. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved