Berita Lembata

Reklamasi Pantai Balauring Lembata Segera Dilanjutkan

Pelaksanaan pekerjaan reklamasi pantai Balauring di Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, akan segera dilanjutkan.

Reklamasi Pantai Balauring Lembata Segera Dilanjutkan
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Suasana jumpa pers dengan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur di Kuma Resort Lewoleba, Jumat (10/8/2018) malam. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Pelaksanaan pekerjaan reklamasi pantai Balauring di Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, akan segera dilanjutkan. Langkah ini dilakukan setelah pekerjaan itu terhenti lantaran ada pihak yang memroses pekerjaan itu secara hukum dengan menggugat Bupati Lembata di Pengadilan Negeri Lembata.

Namun majelis hakim yang menyidangkan perkara itu memutuskan menolak gugatan masyarakat Desa Dulilolong tersebut. Masyarakat juga diperintahkan.membayar biaya perkara senilai Rp 2,8 juta lebih.

Hal ini terungkap dalam jumpa pers yang digelar Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur di Kima Resort, Jumat (10/8/2018) malam. Jumpa pers yang dimulai sekitar pukul 19.30 Wita, baru berakhir sekita pukul 23.00 Wita. Jumpa pers itu dihadiri penasihat hukum Blasius Lejap yang mendampingi Bupati Eliaser Yentji Sunur dan pimpinan OPD lainnya.

Baca: Pembangunan Jembatan Kembar Liliba Kupang Tertunda Lagi

Bupati Sunur mengatakan, reklamasi pantai Balauring itu dilakukan setelah pemerintah melakukan kajian mendalam atas lokasi pembangunan. Bahkan pada tahun 2013 silam, pemerintah desa dan tokoh masyarakat Desa Balauring mengajukan permohonan untuk pembangunan lokasi tersebut.

Usul itu disampaikan secara tertulis karena pantai Balauring itu mengalami abrasi yang sangat parah. Dari waktu ke waktu, abrasi terus terjadi sehingga memcemaskan masyarakat setempat. Rumah-rumah penduduk terancam rusak karena abrasi.

Olehnya, lanjut dia, pada tahun 2015, pemerintah kabupaten coba merencanakan pembangunan tempat tersebut. Untuk mewujudkan rencana itu, pada awal kepemimpinannya di periode kedua ini di tahun 2017, ia bersama seluruh unsur pemerintah turun dan melihat langsung ke lapangan.

Baca: Pengakuan Waria di Sikka: Semalam Layani 15 Bapak-Bapak, Penyuka Seks Sejenis Sangat Menutup Diri

Lantaran abrasi sangat luar biasa, sehingga pemerintah mengalokasikan anggaran untuk reklamasi pantai tersebut. Proses pengalokasian dana itu atas restu DPRD Lembata.

"Jadi reklamasi pantai itu bukan kemauan saya secara pribadi. Itu dilakukan atas permintaan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan rencana-rencana. Karena itu, pemerintah akan segera melanjutkan pekerjaan itu demi kepentingan masyarakat," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved