Berita Kota Kupang

Bocah ini Nyaris Tewas Tenggelam Disembunyikan Pacar Ibunya. Polisi Sudah Kantongi Identitasnya

Bocah ini Nyaris Tewas Tenggelam Disembunyikan Pacar Ibunya. Polisi Sudah Kantongi Identitasnya.

Bocah ini Nyaris Tewas Tenggelam Disembunyikan Pacar Ibunya. Polisi Sudah Kantongi Identitasnya
ISTIMEWA
Sepri Akoit, buronan tersangka pelaku penculikan Riski Nomleni (7) siswa kelas 1 SDN Labat Kota Kupang. 

Lanjut Komang, saat ini korban sudah berada bersama keluarga setelah dijemput oleh pihak Kepolisian dan keluarga pada Kamis (9/8/2018) tengah malam di kediaman Sefni Nenobesi di daerah Tilong Kabupaten Kupang.

Riski Nomleni ditemukan dan diselamatkan oleh Sefnat Nenobesi, seorang warga yang merupakan ASN di Dinas PUPR Provinsi NTT, di daerah Tilong Kabupaten Kupang pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 Wita di sebuah waduk di Tilong setelah melihat bocah malang ini memelas minta tolong dari dalam air.

Sefnat yang melihat kejadian itu, langsung menyelamatkan bocah malang itu dan mengeluarkannya dari dalam air.

Saat itu bocah malang itu menggigil kedinginan karena sudah beberapa waktu berada dalam air.

Sefnat kemudian membawa Riski ke rumah dan mengurusnya. Memberi makan dan mengganti pakaian yang basah.

Baca: Biskuit Pencegah Osteoporosis Buatan Siswa Bengkulu Laris di Seoul

Baca: Mantan Gubernur Ini Buka Rahasia Jokowi

Baca: ‍Dirgahayu ke 30 Kopdit Swastisari Ini Kata Yohanes Sason Helan

Setelah itu, Sefnat lalu mengontak nomor pihak keluarga sebagaimana terdapat dalam beberapa pengumuman dan informasi yang ia temui di media sosial.

Keluarga bersama polisi pada malam itu juga bergegas menuju Tilong untuk menjemput bocah malang itu di rumah Sefnat.

Bocah itu kemudian langsung dibawah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat divisum dan mendapat perawatan.

Baca: Arthur dan Sinta Bakar Semangat Peserta 5K Run 2018

Baca: Sedang Asyik Selfie, Via Vallen Jatuh Pingsan Ketika Konser di Demak. Sempat Sebut Kalimat ini

Baca: Hujan Mulai Turun, Kodi Mete-Christian Taka Minta Warga Siapkan Kebun

Dari pengakuan Riski, ia dibawa berputar putar dan kerap dikasari, dipukul bahkan coba ditenggelamkan di air.

Ia dibawa untuk tidur di sebuah kost yang tidak bisa diingat tempatnya oleh bocah malang itu. Selama tiga hari, ia bahkan tidak diberi makan. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved