Berita Pendidikan

Fisip Undana Jadi Motor Penggerak Perlindungan Anak

Fisip Undana menjadi pilihan diharapkan menjadi motor penggerak perlindungan anak di Indonesia dan Provinsi NTT khususnya.

Fisip Undana Jadi Motor Penggerak Perlindungan Anak
POS KUPANG/APOLONIA MATILDE DHIU

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia (RI) dan Dinas PPPA Provinsi NTT menggandeng Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar diskusi tematik di Auditorium Undana, Kamis (9/8/2018).

Diskusi tematik yang mengusung thema 'Mengangkat Peran Mahasiswa dalam Perlindungan Anak Indonesia dari Berbagai Pengaruh Negatif (bahaya laten) menghadirkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Kupang.

Fisip Undana menjadi pilihan diharapkan menjadi motor penggerak perlindungan anak di Indonesia dan Provinsi NTT khususnya.

Kegiatan ini menghadirkan Staf Khusus Menteri Kementria

Baca: Minta Ayahnya Dibebaskan dari Penjara, Bocah Ini Surati Ibunda Jokowi

n PPPA RI, Fernandez Hutagalung, ST, MM, dan Kepala Dinas PPPA Provinsi NTT, Dra. Bernadeta M Usboko, M.Si, sebagai pembicara, Dekan Fisip Undana, para pembantu dekan, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Kupang, dan moderator, Agung Sumurung B Irianto.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Fisip Undana, Drs. John Goda, M.Si, di sela-sela kegiatan kepada Pos Kupang, mengatakan Undana bersyukur pemerintah melalui Kementrian PPPA RI dan Dinas PPPA Provinsi NTT mau bergendengan tangan dengan Kampus Undana.

Baca: Pesawat Dimonim yang Hilang Kontak di Papua Angkut 7 Penumpang

Menurut Goda, persoalan humman traficking dan kekerasan pada anak bukan barang baru di Undana, karena sudah diaplikasikan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

"Undana sudah mendeklarasikannya sejak tahun 2012 terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak.Undana menjadi kampus anti kekerasan, anti miras, anti narkoba dan anti pornografi, " katanya.

Baca: Ditolak Naik Batik Air, Bocah Penderita Tumor Mata Akhirnya Pulang Naik Garuda

Selama ini, kata Goda, sudah berjalan dengan Peraturan Rektor, dan ketika kampus Undana mendeklarasikan, muncul banyak komunitas mahasiswa yang beraksi di lapangan.

Halaman
123
Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved