Berita Kota Kupang

Pendeta Lory Senang Masyarakat Antusias Beli Pangan Organik

masyarakat lebih sadar dan mengenal akan pentingnya pangan organik bagi kesehatan ia juga ingin agar ada peningkatan ekonomi

Pendeta Lory Senang Masyarakat Antusias Beli Pangan Organik
pos kupang.com, maria ae toda
Pdt. Lory bersama Jemaat gereja GMIT Bet'EL Maulafa bernyanyi di penutupan Expo Pangan Organik di Gereja GMIT Bet'EL Maulafa Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com Maria Toda

POS KUPANG.COM, KUPANG - Expo pangan organik yang digelar komunitas petani Organik Kota Kupang dan bertempat di kompleks Gereja Bet'EL Maulafa Kupang selama 4 hari yaitu sejak tanggal 7 Agustus lalu hingga Jumat 10 Agustus telah usai. Berakhirnya expo ini ditandai dengan penutupan expo yang langsung ditutup oleh anggota dewan komisi II Jemari Yosef Dogon.

Pdt. Lory V Lena Foeh saat ditemui disela - sela kegiatan mengungkapkan kegembiraannya karena masyarakat Kota Kupang begitu antusias untuk datang mengenal dan juga membeli pangan organik yang sudah ditata rapi di stand-stand yang dibangin di kolpleks gereja.

'' Hari pertama banyak sekali kita tutup jam 10 sampai jam 12 ke atas begitupun dengan hari kedua. banyak yang berminat karena kami jual kupon dan kami akan mulai pengiriman pada yang pesan. Jumlah transaksi selama ini bisa kami dapat dengan juta dengan per harinya 400 hingga 500 ribu rupiah,'' ujar Pdt. Lory.

Ia mengatakan ada potensi yang luiar biasa yang terjadi saat 4 hari expo yaitu para ibu dan juga kelompok berani untuk mulai menanam tanaman organik dan menjualnya pada masyarakat luas di Kota Kupang. Pdt Lory mengatakan bahwa expo ini juga merupakan salah satu bentuk eksistensi pangan organik dan besar harapan pemerintah bisa menaruh perhatian yang besxar terhadap pertanian organik ini.

Ia juga berharap agar masyarakat lebih sadar dan mengenal akan pentingnya pangan organik bagi kesehatan ia juga ingin agar ada peningkatan ekonomi di kalangan masyarakat.

Sementara itu anggota komisi II Jemari Yoseph Dogon mengatakan program dan kegiatan seperti ini harusnya ;lebih didukung pemerintah. Menurutnya pameran 4 hari ini bukan pameran lokal lagi tapi regional dan nasional. '' Ini sangat luar biasa karena organik. Pemerintah harus benar dukung kegiatan ini bahkan beberapa hotel sudah jadi pelanggan.

Pegawai perbankan juga borong sayur di sini. Ada satu nilai yang luar biasa yaitu ibu-ibu yang dulunya lahannya kosong saat ini sudah menggunakan pekarangan untuk tanam sayur organik dan secara otomatis mereka juga sudah mengasilkan uang. Artinya peningkatan dan pemberdayan ekonomi di masyarkat berjalan,'' ujarnya.

Ia berharap agar dinas terkait bismenangkap peluang ini sehingga semua program dan anggaran yang diusulkan akan berguna bagi masyarakat. Pihaknya akan sangat mendukungm apabila pemerintah mau memberikan perhatian lebih pada program semacam ini. '' Kita harapkan pemerintah tingkatkan dukungan sehingga tidak ada lagi kata miskin,'' ujarnya.

Sementara itu pengamat Lingkungan Hidup DR.Jhony Kiuk mengatakan program ini merupakan salah satu program positif yang bukan hanya mendukung masyarakat secara kesehatan tetapi juga mendukung masyarakat dalam hal ekonomi. Ia berharap agar program seperti ini bisa menjadi contoh untuk kelompok dan jemaat lain sehingga lahan kosong yang terkesan tidak produktif bisa digunakan dan menghasilkan pundi-pundi rupiah. (*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help