Berita Ekonomi Bisnis

Ini Cara Pemkab Sikka Agar Masyarakat Bisa Konsumsi Ikan Segar

Ini yang dilakukan Pemda SIkka agar masyarakat bisa mengkonsumsi ikan segar

Ini Cara Pemkab Sikka Agar Masyarakat Bisa Konsumsi Ikan Segar
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Penjualan ikan segar di TPI Maumere, Pulau Flores, Kamis (19/7/2018). 

Laporan Wartawan POS-KUPANG, Eugenius Moa

POS-KUPANG.COM |MAUMERE--Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka di Pulau Flores membantu masyarakat menyediakan ikan segar terus dilakukan.

Pemerintah telah membangun tiga unit pabrik es, yakni di Paga untuk wilayah barat Sikka, satu unit di Kota Maumere di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan satu unit untuk wilayah timur di Nangahale, Kecamatan Talibura.

"Mempertahankan rantai dingin dibangun pabrik es, sehingga ikan segar tetap terjaga dan layak dikonsumsi masyarakat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sikka, Paul Bangkur, di Maumere, Kamis (9/8/2018).

Baca: Bawang Merah Manggarai Timur Dibilang Bawang Merah NTB

Baca: Apa Yang Harus Dilakukan Sebelum, Sesudah, Sesudah Gempa Bumi

Usaha lain mempertahankan rantai dingin, pemerintah memberikan bantuan cool box kepada masyarakat. Sejumlah perusahaan pengawetan ikan memiliki cold storage untuk menjaga mutu ikan ekspor.

"Kasus pengawetan ikan menggunakan formalin beberapa tahun lalu menjadi pelajaran buat masyarakat kita. Jangan lagi gunakan bahan tambahan awetkan ikan. Ada juga kasus menjaga ikan kering tidak dimakan tikus menyiram baygon di sekeliling. Kita temukan ketika uji laboratorium," tandas Paul.

Baca: Bupati Rote Ndao Bilang Harga Beras Yang Ditetapkan Pemerintah Rendah, Petani Rugi

Baca: Prabowo Resmi Tunjuk Sandiaga Uno sebagai Wakilnya, Ternyata Cawapres Sandiaga Orang Kaya Raya

Mengenai konsumsi ikan, Paul menjelaskan, saat ini konsumsi ikan warga Sikka mencapai 46 kg/kapita/tahun.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan konsumsi ikan masyarakat Indonesia mencapai 50,8 kg/kapita/tahun hingga akhir 2018. Tahun lalu, konsumsi ikan masih bertengger di angka 47 kg, kalah dari dua negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

"Salah satu sumber pendapatan perkapita masyarakat adalah sektor perikanan. Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat berusaha memberi nilai tambah kepada produk perikanan. Ikan asap cair kesambi hasil penilaian Politenik Negeri Kupang akan didorong untuk digunakan," kata Paul. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help