Berita Ekonomi Bisnis

Bawang Merah Manggarai Timur Dibilang Bawang Merah NTB

Bawang merah dari Manggarai Timur sudah merambah ke NTB tapi diklaim bawang merah Bima

Bawang Merah Manggarai Timur Dibilang Bawang Merah NTB
PK/ROB
Bupati Matim, Drs. Yoseph Tote

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Bawang merah dari Kabupaten Manggarai Timur khususnya dari Pota merambah sampai pasar bawang di Nusa tenggara Barat (NTB).

"Orang sebut bawang Bima. Padahal, bawang produksi Pota, Manggarai Timur," kata Manggarai Timur'>Bupati Manggarai Timur, Drs.Yoseph Tote,M.Si, di Kantor Gubernur NTT, Kamis (9/8/2018).
Tote mengatakan, banyak hal yang dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi pertanian.

Di sektor hortikultura misalnya, kata Tote, pemerintah daerah bekerja sama dengan LSM mendistribusikan bibit cabai kepada petani.

Baca: Apa Yang Harus Dilakukan Sebelum, Sesudah, Sesudah Gempa Bumi

Baca: Bupati Rote Ndao Bilang Harga Beras Yang Ditetapkan Pemerintah Rendah, Petani Rugi

Selain itu, meningkatkan produksi jagung dan padi. "Manggarai Timur produksi jagung dan padi setiap tahun rata-rata delapan ton per hektar. Juga bawang merah, bawang putih dan kopi," kata Tote.

Bupati Manggarai Timur telah menerima penghargaan sebagai kabupaten dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berprestasi tahun 2017 untuk kawasan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Jumat 10 Agustus, Virgo Bergairah, Pisces Peluang Bisnis?

"Kaget juga dapat penghargaan kabupaten dengan TPID berprestasi. Apa yang kami lakukan bersama Pak Andreas Agas merupakan tugas kami sebagai bupati dan wakil bupati. Terima kasih Bank Indonesia, terima kasih telah melihat apa yang kami lakukan sebagai sebuah prestasi," kata Tote

Selain di bidang pertanian dan hortikultura, jelas Tote, pihaknya juga melakukan intervensi di bidang pendidikan mulai dari SD/ MI, SMP/ MTs, SMA/ SMK/ MA.

Baca: KPU TTS Belum Tahu Jadwal Sidang Lanjutan Gugatan Perselisihan Hasil Pemilu

Di bidang kesehatan, lanjutnya, terus menambah sarana dan prasarana kesehatan dan secara bertahap terus melakukan pembenahan infrastruktur dasar.

"Jaringan PLN belum ada. Tapi ada 21 PLTS untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Dari 21 PLTS itu, 18 unit sudah menyala," kata Tote. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved