Berita Nasional

Zulkifli Hasan Kecewa Gagal Pertemukan Amien Rais dan Jokowi

PAN, Zulkifli Hasan mengaku kecewa setelah gagal mempertemukan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais dan Presiden Joko Widodo.

Zulkifli Hasan Kecewa Gagal Pertemukan Amien Rais dan Jokowi
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, tiba di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan mengaku kecewa setelah gagal mempertemukan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais dan Presiden Joko Widodo.

Padahal ia berharap ada kebersamaan yang terjalin antara Amien dan Jokowi. "Ya tentu (kecewa), karena negeri ini tidak bisa dibangun satu kelompok saja. Harus ada kebersamaan. Kita perlu ada kebersamaan," kata Zulkifli dalam program Satu Meja The Forum di Kompas TV, Rabu (8/8/2018) malam.

Zulkifli mengungkapkan, ia dan beberapa koleganya pernah beberapa kali mencoba mempertemukan Amien dan Jokowi dalam sejumlah kesempatan. Namun, upaya itu tak berhasil.

Baca: Sekjen Gerindra Sebut Nama Cawapres Prabowo Tersisa AHY dan Sandiaga

"Harusnya berjumpa di Yogyakarta, ditunda seminggu. Kita masih gembira. Ditunda lagi, masih gembira. Ditunda lagi, ya sudah," kata Zulkifli.

Ia tak tahu menahu mengapa Amien dan Jokowi tak bisa bertemu. "Wah, nanti tanyakan ke yang bersangkutan masing-masing," kata Zul.

Ia menilai, kritik yang dilontarkan Amien Rais terhadap Jokowi merupakan gayanya yang lugas, tajam dan tegas.

Zul mengakui kritikan Amien bisa membuat pihak-pihak tertentu menjadi risih. Namun kritik disampaikan guna memunculkan perbaikan.

"Dulu juga Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pas kunjungan ke Yogyakarta pernah berdiskusi panjang dan bisa memahami satu dengan lain. 'Oh Pak Amien begini, cara menyampaikannya begini'," kata dia.

Ketua MPR itu pada dasarnya ingin setiap tokoh yang dipertemukan bisa membawa pesan kepada publik agar kontestasi politik berjalan dengan kondusif.

Ia juga tak ingin persaingan yang tajam pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu terulang di Pilpres 2019.

"Selain sebagai Ketum PAN, saya kan juga Ketua MPR. Sudahlah pertandingan seperti Pilgub DKI jangan terulang lagi. Kita bertanggung jawab ke anak-anak kita. Jangan lah memberikan pendidikan yang tidak baik," kata dia. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved