Berita Kabupaten Nagekeo

Promosikan Kampung Adat Lewat Wisatawan yang Datang

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Nagekeo, Yohanes Niku, mengatakan, Nagekeo memiliki banyak potensi.

Promosikan Kampung Adat Lewat Wisatawan yang Datang
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Dua orang Bule asal Jerman dan Inggris saat berada dikampung Nunungongo Desa Tengatiba Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo, Rabu (8/8/2018).

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Nagekeo, Yohanes Niku, mengatakan, Nagekeo memiliki banyak potensi.

Baik itu adat-istiadat, budaya dan tempat-tempat wisata lainnya.

Di Nagekeo banyak kampung adat yang masih asri. Sebut saja Tutu Bhada di Rendu. Nunungongo di Tengatiba. Air terjun Ngaba Tata di Rendu Butowe Aesesa Selatan.

"Saya bawa mereka kesini supaya mereka promosikan kampung adat ini keluar. Selama ini yang mereka kenal hanya kampung adat Bena dan Tutu Bhada. Kita promosikan kampung adat dan potensi wisata Nagekeo lewat wisatawan asing," ungkap Jhon, kepada POS KUPANG.COM, Kamis (9/8/2018).

Ia mengaku kampung adat di Nagekeo masih sangat asri dan unik seperti di Ngada. Sehingga semua potensi yang ada dikenal oleh wisatawan asing.

Ia mengaku Nunungongo menjadi ikon di Nagekeo. Tapi banyak yang belum tahu. Padahal kampung Nunungongo dekat pinggir jalan.

Ia mengatakan selama tidak dipromosikan, orang-orang dari luar tidak akan tahu potensi di Nagekeo.

"Lingkungannya bagus dan tenang dan tidak terlalu ramai seperti di Bena. Ini menjadi potensi di Nagekeo. Kita promosikan ini. Siapa lagi kalau bukan kita," papar Jhon.

Ia mengaku tidak akan bosan-bosan mempromosikan potensi wisata yang ada di Nagekeo.

Ia meminta agar pemda Nagekeo juga mendukung upaya promosi. Sehingga Nagekeo semakin dikenal didunia luar.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help