Opini Pos Kupang

Malaka dan Tradisi Dokumentasi

Begitulah, Kabupaten Malaka. Sebuah kabupaten berusia belum terlalu lama. Pada status kabupaten, wilayah ini terberi

Malaka dan Tradisi Dokumentasi
ilustrasi

Pola tangan besi yang sama pun digunakannya. Maka satu dari para anaknya, pergi studi kedokteran di Undip dan selesai. Singkat kisah, dari situlah dr. Stef mulai merajut tenunan sejarah hidupnya.

Ada yang khas unik. Menjadi bupati, bagi dr. Stef bukan peluang untuk hidup penuh kemewahan. Sebagai bupati, dr. Stef menggunakan mobil dinas bekas. Rumah jabatan belum dibuat.

Dia mendahulukan pembangunan gedung kantor lain yang layak. Kantor bupati pun cukup direnovasi untuk urusan kendali pemerintahan baru. Infrastruktur jalan kabupaten harus mantap, jaringan infrastuktur lain harus segera dikerjakan dengan kecepatan tinggi. Summus celeritate.

Maka, tak ayal lagi dapat dimengerti untuk pembangunan Malaka, dr. Stef menggunakan diksi revolusi. Serba cepat, serba multidimensional. Fokus pada pertanian, kesehatan dan pendidikan. Thesis pokoknya, rakyat harus kenyang, sehat dan terdidik. Karena itu uang pembangunan harus dikembalikan kepada rakyat demi pembebasan rakyat.

"Saya pasti akan sangat keras, disiplin. Hal itu saya lakukan karena saya mencintai rakyat. Saya mencintai mereka karena saya adalah bagian dari anak rakyat Malaka. Mereka susah saya susah, mereka senang saya senang. Kritik memang datang kepada saya dari mana-mana. Tak apa-apa itu nasihat yang baik," begitu dia berujar satu waktu sambil merunduk agak berlinang air mata.

Atas nama revolusi itu, sejumlah hambatan ditetas, diretas segera dalam tempo begitu lekas. Jalan kabupaten dibentang, jembatan dibangun agar rakyat bergerak lebih lekas menuju dan kembali ke kampung-kampung.

Komoditi rakyat dilepas ke pasar. Bahkan bawang merah diekspor ke Dili, kota dari negara terdekat. Tekadnya, cuma satu. Malaka harus keluar sebagai kabupaten terdepan. Makna terdepan, memang multi tafsir. Demi impian itu segala aral pelintang patut ditebang jauh-jauh terutama hambatan fisik terberi. Pada akibatnya, hasil pertanian tumbuh terhitung sejak itu, perubahan fisik tampak nyata. Sungai Benanain, dikendalikan dengan segera meski ancaman banjir bandang tetap menjenguk datang dari hulu.

Para petani, peternak dan pedagang pasar kian mengalami perubahan. Berubah. Itu kata yang kerap disebut-sebut di Malaka. Ir. Pius Klau Muti, tokoh masyarakat di Malaka, menyebut dr. Stef sebagai tokoh yang bekerja beyond of limit.

"Konsisten dan mau tanggung konsekuensi," ujar Pius Klau Muti. Dia menambahkan, dr. Stef pikir A, omong A, buat A dan hasil A. Bagi saya, bupati SBS (sebutan untuk Stef Bria Seran) itu be on the limit.

Namun, dokter Stef bukan tanpa kritik. Sebagaimana biasa masyarakat politik Malaka, syarat metafora. Kritikan halus, tentu datang dari kawan dan lawan politik. Tujuan kritikan juga sama, agar Malaka lebih lekas berkembang dan berubah benar dan tepat.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved