Berita Manggarai Barat

Ketua DPRD Manggarai Barat Dukung Rencana Rekas Jadi Obyek Wisata Rohani

Ketua DPRD Manggarai Bara, Blasius Jeramun, mendukung rencana menjadikan Rekas sebagai obyek wisata rohani.

Ketua DPRD Manggarai Barat Dukung Rencana Rekas Jadi Obyek Wisata Rohani
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Pemandangan di salah satu sudut Gereja Rekas. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Ketua DPRD Manggarai Barat (Mabar), Blasius Jeramun, mendukung rencana pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk menjadikan Rekas sebagai obyek wisata rohani.

"Menurut saya, itu rencana yang sangat baik karena terdapat Gereja tua di Rekas. Rekas juga merupakan paroki tertua dan untuk di Flores Barat, Rekas itu termasuk tempat awal mula perkembangan umat Katoli. Tentunya saya berharap agar rencana dari pemerintah itu harus komprehensif, tidak asal-asalan," kata Blasius kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (9/8/2018).

Dia menambahkan, rencana tersebut harus didukung oleh aggaran yang secukupnya, misalnya untuk renovasi bangunan atau sarana lainnya.

Baca: Tim Transisi Sudah Serahkan Dokumen Visi Misi Victory-Joss ke Pemprov dan DPRD NTT

"Ini pendapat pribadi saya, bukan mewakili lembaga dewan. Saya kira kalau ada usulan dari pemerintah ke dewan terkait anggaran untuk wisata rohani Rekas, pasti akan dipertimbangkan yang penting perencanaannya jelas," kata Blasius.

Diberitakan sebelumnya, Kampung Rekas yang terletak di Desa Kempo, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) akan dijadikan sebagai obyek wisata rohani berkaitan dengan keberadaan Gereja tua di kampung itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Mabar, drh. Theresia P Asmon, kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (8/8/2018) menyampaikan bahwa pihaknya sudah mulai membahas dan mendiskusikan tentang hal itu.

"Rencananya tahun 2019 mendatang kami akan mulai menjadikan Rekas sebagai obyek wisata rohani. Tentunya kami masih perlu membangun komunikasi dengan stake holder terkait, terutama di Rekas," kata Theresia.

Secara internal, kata dia, Disbudpar sudah membahas dan merencanakan hal tersebut.
Dijelaskannya bahwa wisata rohani memiliki segmen atau pangsa pasar sendiri yang memiliki banyak dampak positif. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved