Berita NTT

Ketua DPC GMNI Kupang Menilai Undana Belum Siap Jadi BLU

etua Dewan Pimpinan Cabang GMN) Kupang mengatakan, Universitas Nusa Cendana Kupang belum siap menjadi Badan Layanan Umum (BLU)

Ketua DPC GMNI Kupang Menilai Undana Belum Siap Jadi BLU
pos kupang.com, gecio viana
Yoseph A. Sukario, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kupang ketika diwawancarai oleh awak media di depan gerbang Undana Kupang, Rabu (8/8/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Yoseph A. Sukario, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kupang mengatakan, Universitas Nusa Cendana Kupang belum siap menjadi Badan Layanan Umum (BLU), Kamis (9/8/2018)

"Perubahan status Undana dari Satker ke BLU berdampak pada sistem pengelolaan keuangan kampus, dimana Satker pendapatannya harus ke Badan Penerimaan Negara (BPN), namun dengan perubahaan status ke BLU, pendapatan Undana sudah langsung dikelola sendiri. Maka perguruan tinggi ini akan memperoleh keleluasaan. Ini yang kami ragukan. Undana belum siap secara sistem dan mentalitas birokrasi kampusnya," ungkapnya ketika menghubungi POS-KUPANG.COM via Whatsapp Kamis pagi

Dikatakannya, secara organisasi pihaknya meminta Undana Kupang untuk lebih dahulu membenahi kelembagaan kampus seperti sumber daya manusia, transparansi anggaran, dan budaya akademik kampus.

Selain itu, lanjut Sukario, BLU merupakan instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan pada masyarakat akademik berupa penyediaan barang dan jasa yang dijual tanpa mengutamakan keuntungan.

"Namun, kenyataannya justru tampak terbalik. Hal ini nampak dalam beberapa kasus seperti jilid hologram, skripsi calon wisudawan yang sama sekali tidak efisien dan efektif serta surat pemberitahuan tentang pemeriksaan kesehatan bagi seluruh mahasiswa baru dengan biaya yang tidak sesuai dengan biaya standar Nasional," jelas Sukario

Menurutnya, dalam persoalqn yang mengorbankan ratusan mahasiswa tersebut, sikap pihak Undana inkonsisten terhadap kebijakan pengalihan status yang sudah dibuat dan tengah dijalankan.

"Sebelumnya juga kami sering mendengar di kampus Undana marak terjadi pungli. Hal ini sangat meresahkan mahasiswa Undana dan masyarakat NTT," ungkapnya

"Selain itu, kami (GMNI Kupang) juga mendengar informasi yang beredar di berbagai media beberapa waktu lalu bahwa Pimpinan besar Undana tersandung dugaan korupsi dan rangkap jabatan sebagai komisioner independen Bank NTT," tambahnya

Atas dasar tersebut, kata Sukario, pihaknya menilai bahwa Sistem PPK BLU belum layak diterapkan di Undana Kupang sebagai satu universitas negeri di NTT

"Benahi dulu kampusnya baru sistem PPK-BLU ini diterapkan sehingga profesionalitasnya dijamin. sehingga kemudian Kemurnian dari Sistem PPK BLU ini tidak dilacuri oleh kepentingan individu maupun kelompok tertentu hanya untuk memperkaya diri," katanya (*)

Yoseph A. Sukario, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kupang ketika diwawancarai oleh awak media di depan gerbang Undana Kupang, Rabu (8/8/2018)

Tags
Undana
Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved