Berita Nasional

Ini Langkah PKS jika Prabowo Tak Pilih Kadernya sebagai Cawapres

PKS menyiapkan sejumlah opsi apabila Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, tidak memilih kandidat yang ditawarkan partainya

Ini Langkah PKS jika Prabowo Tak Pilih Kadernya sebagai Cawapres
KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, seusai melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kediaman SBY, Jakarta, Kamis (9/8/2018). Pertemuan berlangsung secara tertutup. 

POS-KUPANG.COM | MAKASSAR - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyiapkan sejumlah opsi apabila gagal membuat Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, memilih kandidat yang ditawarkan partainya sebagai cawapres pada Pemilu Presiden 2019.

"Dari pertemuan seluruh faksi PKS se-Indonesia, Dewan Syuro PKS telah memutuskan sembilan orang bakal cawapres yang diusung mendampingi Pak Prabowo. Kalau sekiranya tidak masuk, maka beberapa opsi akan ditempuh," kata Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel, Ariyadi Arsal, di Makassar, Senin (7/8/2018).

Dia menyebutkan, sejumlah opsi yang lahir dalam pertemuan itu adalah tetap mendorong kader dari PKS mendampingi Prabowo Subianto.

Baca: Romahurmuziy Mengaku Dibujuk Gabung Poros Ketiga

Jika sekiranya Prabowo tidak mengambil kader PKS hingga akhir masa pendaftaran 10 Agustus adalah kemungkinan PKS akan melakukan negosiasi dengan partai lain membentuk poros baru, melihat dinamika politik yang terus berkembang.

"Sekarang ini PKS masih masuk dalam gerbong koalisi yang lalu, kami masih berharap Pak Prabowo dapat memilih pendampingnya dari sembilan kader PKS yang didorong majelis syuro melalui musyawarah dan hasil ijtima," ujar anggota DPRD Sulsel ini.

Selain itu, bila nantinya Prabowo mengurungkan niatnya maju lantas muncul nama baru, misalnya Anies Baswedan yang diusung koalisi bersama menjadi bakal cawapres, maka kader PKS pun siap menjadi pasangannya pada pilpres, tergantung konstelasi politik.

Namun, PKS akan menyepakati siapapun calon yang akan diusung nanti dalam koalisi bersama. Kendati saat ini belum ada kejelasan seluruh partai baik yang mengusung Joko Widodo maupun Prabowo Subianto hingga masa pendaftaran Pilpres ditutup 10 Agustus, lanjut dia, semua bisa berubah tergantung kondisi politik yang berkembang.

"Kami punya kader dan punya jaringan se-Indonesia, meski tidak memiliki media mainstream, tetapi jaringan sosial media dan mesin partai siap bekerja, PKS sementara ini masih masuk koalisi sebelum masa akhir pendaftaran ditutup," kata mantan Sekretaris DPD PKS Sulsel itu.

Sebelumnya, PKS telah mengusung sembilan kadernya, yaitu Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS, Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno.

Selanjutnya, Presiden PKS saat ini Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri, mantan Menkominfo Tifatul Sembiring, Muzzamil Yusuf, dan Mardani Ali Sera. Sembilan kader ini hasil dari musyawarah Majelis Syuro untuk didorong maju mendampingi Prabowo pada Pilres 2019. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved