Berita Pilpres 2019

Cawapres Jokowi Berisinisial M, Moeldoko Disebut Layak. Berikut Alasannya  

Cawapres Jokowi Berisinisial M, Moeldoko Disebut Layak. Berikut Alasannya  

Cawapres Jokowi Berisinisial M, Moeldoko Disebut Layak. Berikut Alasannya  
ISTIMEWA
Moeldoko

POS-KUPANG.COM - Cawapres Jokowi Berisinisial M, Moeldoko Disebut Layak. Berikut Alasannya  

Satu di antara nama yang kuat untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 adalah mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko.

Pengamat Politik dan Hukum Petrus Selestinus mengungkapkan sejumlah alasan mengapa Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, layak menjadi cawapres mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Satu di antaranya adalah soal latar belakang militer mantan Panglima TNI itu.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko saat ditemui di sela-sela acara halalbihalal, di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018).
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko saat ditemui di sela-sela acara halalbihalal, di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Baca: Dinas Peternakan Siapkan 2.000 Ayam Pedaging

Baca: Menlu Retno Marsudi Beri Apresiasi Dukungan Negara Sahabat terkait Gempa Lombok

Baca: Pegolf Australia itu akhirnya menyerah kepada kanker

poskupangcom
instagram.com/poskupangcom

"Pertama, Moeldoko kan pernah menjadi Panglima TNI, sudah mencapai titik puncak di militer.  Menduduki jabatan tersebut menunjukkan representasi profesionalnya dia," kata Petrus dalam keterangan tertulisnya.

"Selama ini dalam karir militernya pun tidak ada perilakunya yang menimbulkan kegaduhan. Lalu mungkin pertimbangan lain dari aspek menguasai teritorial, pengetahuan dia tentang kondisi NKRI secara keseluruhan melihat Dari kacamata panglima TNI," sambungnya.

Kemampuan peraih Adhi Makayasa 1981 ini, lanjut Petrus, menjadi modal kuat mendampingi Jokowi, terutama dalam membuat kebijakan, strategi dan upaya kesiapsiagaan mengantisipasi ancaman dari dalam dan luar negeri.

poskupangcom
instagram.com/poskupangcom

Baca: Ini Penampakan KLM Adel Sari Terombang-Ambing di Tengah Laut

Baca: KPU Buka Ruang bagi Masyarakat Untuk Beri Tanggapan

Baca: Tidak Ada Lubang di Jalan Pelita-Ruteng Lagi

"Jadi saya lihat itu semua dibutuhkan untuk Indonesia ke depan, khususnya masalah keamanan, Jokowi harus didampingi oleh seorang wakil yang kuat, harus menguasai kondisi menguasai keadaan," paparnya.

"Jokowi membutuhkan seorang wakil yang punya loyalitas terhadap NKRI, dan itu ada dalam diri Moeldoko. tidak boleh loyalitas nya abu-abu apalagi kecenderungan loyalitas ganda, apalagi ada ideologi lain," jelas Petrus.

Petrus melanjutkan, dengan menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), menunjukkan Moeldoko adalah sosok yang peduli pada petani dan memahami sektor pertanian, sehingga jika menjadi pemimpin, ia bersama Jokowi bisa membuat Indonesia berjaya sebagai negara agraris.

Baca: Begini analisis munculnya poros ketiga Pilpres 2019

Baca: Kapal Pelra Masih Jadi Pilihan Alat Transportasi Penyebrangan Larantuka-Adonara

Baca: Tak Hanya ABK, KLM Adel Sari Juga Ditarik ke Pantai

"Itu salah satu referensi. dia seorang mantan Panglima TNI tetapi dia juga menunjukkan kedekatan dengan masyarakat bawah seperti petani. Dia juga punya pengetahuan yang cukup tentang bagaimana meningkatkan taraf hidup petani," ucap dia.

Lebih jauh Petrus menyebut, kelebihan lain dari Moeldoko adalah punya kedekatan dengan Jokowi karena saat ini dipercaya menjadi KSP yang merupakan jabatan strategis di lingkungan Istana.

"Karena KSP itu kan butuh orang yang betul-betul di percaya. Tidak boleh orang yang hari ini omong lain, besok omong lain. Sehingga, ketika Moeldoko dipercaya untuk memegangnya jabatan tersebut, maka itu menunjukkan ada chemistry antara Jokowi dan Moeldoko," tutup Petrus. (tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di tribunnews.com dengan judul, Moeldoko Disebut Layak Dampingi Jokowi, Ini Alasannya. 

Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help