Berita Maumere

Politeknik Negeri Kupang Hasilkan Asap Cair Kesambi

Bermula bermula dari pengamatan di tahun 2013 terhadap kebiasaan warga Kupang membuat sei babi menggunakan kayu api kesembi

Politeknik Negeri Kupang Hasilkan Asap Cair Kesambi
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Botol kemasan asap cair kesambi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Bermula bermula dari pengamatan di tahun 2013 terhadap kebiasaan warga Kupang membuat sei babi menggunakan kayu api kesembi membakar sei dan menutup daging dengan daun kesambi.

Daun kesambi menghadirkan aroma daging yang enak mendorong tim dosen dari Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Kupang, Provinsi NTT melakukan riset pemanfaatan daun dan batang kesambi. Kerja keras lima tahun menghasilkan asap cair (liquid smoke) kesambi.

Asap cair ini higienis dan cocok untuk menghasilkan produk ikan asap dan produk olahan lainnya dalam proses penerbitan hak paten dari Kementrian Hukum dan HAM RI.

Baca: Kepala Syahbandar Larantuka Keluarkan Pass Besar Kepada Nelayan Flotim

"Pohon kesambi merupakan tanaman endemik tumbuh banyak di NTT. Pemanfaatanya tidak hanya untuk kutulak yang pernah diteliti sebelumnya. Daun dan batangnya bisa menghasilkan asap cair kesambi," kata Ir. Aloysius Leki, M.Si, dalam diseminasi dan pelatihan aplikasi teknologi liguid smoke kesambi untuk produk ikan asap dan bahan pengawet produk olahan, Rabu (8/8/2018) di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka di Maumere.

Diseminasi dilakukan pertama di Sikka menyasar kelompok usaha ikan asap dan penyuluh perikanan, selanjutnya kepada kelompok binaanya. Setelah di Sikka diseminasi kepada kelompok usaha serupa di Flores Timur.

Ia mengatakan asap cair kesambi menggunakan daun kesambi kering tergolong sampah. Tim peneliti tidak menyarankan memanfaatkan batang kesambi karena pohonya akan punah, sehingga dijalin kerjasama dengan Dinas pertanian di Kupang dilakukan budidaya kesambi.

Alo menjelaskan, setiap 20 kg daun kesambi kering dapat menghasilkan 5 liter asap cair. Batang kesambi sebanyak 20 Kg didapatkan 10-11 liter.

Daun atau kayu kesambi di-pirolis (bakar) di dalam tabung, mengalami destilasi (penyulingan) hingga menghasilkan asap cair grade satu.

"Destilasi pertama menghasilkan asap cair grade tiga berwarna hitam tidak layak digunakan, mengandung bahan berbahaya bagi tubuh. Disuling lagi menghasilkan asap cair grade dua, juga masih belum disarankan, disuling lagi menghasilkan asap cair grade satu. Pada grade satu masih ada kandungan lain, tapi dalam batasan wajar dan higienis digunakan," tegas Aloysius. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help