Berita Regional

Oknum Sipir Ini Tertangkap Tangan Saat Masukkan Narkoba ke Lapas

Kasus penjualan narkoba di dalam lapas yang melibatkan oknum sipir di Sumatera Selatan kembali terungkap.

Oknum Sipir Ini Tertangkap Tangan Saat Masukkan Narkoba ke Lapas
KOMPAS.com/Aji YK Putra
Jandri Pirzadah (29) oknum sipir di Lapas Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), bersama dua rekannya Helmi Heryanto (35) dan lpian alias Koyen (42) tertangkap tangan saat memasok sabu didalam lapas. 

POS-KUPANG.COM | MUSI BANYUASIN - Kasus penjualan narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) yang melibatkan oknum sipir di Sumatera Selatan kembali terungkap.

Sebelumnya, oknum sipir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merah Mata Palembang berinisial AD (36) tertangkap tangan saat melakukan transaksi penjualan narkoba jenis sabu sebanyak 209,56 gram.

AD diketahui telah menjadi kaki tangan narapidana atas kasus narkoba inisial RZ (28) yang masih mendekam di lapas tempat oknum sipir itu bekerja.

Baca: Termasuk Rote Ndao, Kamis Besok MK Putuskan 34 Gugatan Sengketa Hasil Pilkada

Kali ini, Jandri Pirzadah (29), oknum sipir di Lapas Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, ditangkap oleh jajaran Polres Musi Banyuasin ketika melakukan transaksi narkoba bersama Helmi Heryanto (35) yang merupakan pengedar sabu.

Kapolres Musi Banyuasin (Muba) AKBP Andes Purwanti mengatakan, dari tersangka petugas mendapatkan barang bukti berupa tiga kantong plastik kecil berisi sabu yang didapatkan dari saku celana Jandri.

Jandri yang merupakan sipir Lapas Sekayu menyediakan narkoba bagi para napi untuk kembali dijual.

Jika ada napi yang ingin memesan narkoba, Jandri akan menghubungi Heryanto dan selanjutnya membeli narkoba kepada lpian alias Koyen (42), warga Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu.

"Modusnya para narapidana memesan narkotika jenis sabu-sabu kepada tersangka Jandri yang merupakan sipir. Kemudian, tersangka Jandri menyuruh tersangka Helmi membeli narkotika kepada tersangka Koyen untuk diantarkan ke Lapas Sekayu dan diberikan kepada narapidana yang membeli," kata Andes saat gelar perkara, Rabu (8/8/2018).

Koyen ditangkap setelah petugas mengembangkan keterangan Jandri dan Helmi. Dari keterangan itu, mereka langsung menggerbek kediaman bandar tersebut dan kembali mendapatkan barang bukti berupa uang Rp 40 juta diduga hasil penjualan sabu, serta kuitansi utang pembelian narkoba.

"Praktik peredaran narkotika di Lapas Sekayu sudah berlangsung sejak 4 tahun yang lalu. Dalam satu bulan terjadi 4 kali transaksi narkotika di dalam Lapas Sekayu dengan omzet ratusan juta rupiah," jelas Andes.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Sekayu Herman Sawiran membenarkan Jandri adalah salah satu sipir mereka. Menurut Herman, indikasi adanya dugaan transaksi narkoba oleh Jandri telah lama mereka ketahui. Namun, ketika itu tidak banyak bukti yang mereka dapatkan.

"Selama ini kita menduga dia (tersangka Jandri) menggunakan narkotika, tapi setiap tes urine selalu negatif. Bahkan kerjanya saja sudah dibatasi, yakni hanya berada di pos bagian depan, tidak diperbolehkan masuk ke lapas agar tidak berinteraksi dengan narapidana," kata Herman.

Namun, Herman tak mengetahui secara pasti Jandri bisa memasukkan sabu ke lapas. "Jelas dengan kejadian ini, kita akan memperketat seluruh para sipir untuk masuk dan bekerja. Agar (kasus serupa) tidak terulang lagi," ujarnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved