Opini Pos Kupang

Menanti Pemimpin NTT Membuktikan Kecerdasannya

Penetapan ini pada sisi paling penting memeteraikan Viktor Bungtilu dan Josef Nai Soi sah secara hukum menjadi Gubernur-Wakil

Menanti Pemimpin NTT Membuktikan Kecerdasannya
ilustrasi

Oleh Tony Kleden
Pemimpin Redaksi Majalah Kabar NTT, mengajar jurnalistik di FISIP Unwira Kupang

POS-KUPANG.COM - Melalui rapat pleno Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2019-2024 di Swiss Belinn Kristal Hotel Kupang, Selasa (24/7/2018) malam, duet Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef A Nai Soi, resmi menakhodai biduk Nusa Tenggara Timur (NTT) lima tahun ke depan.

Penetapan ini dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT setelah menerima surat rekomendasi dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan Pilgub NTT tanpa gugatan.

Tiga pasangan calon lain yang ikut bertarung yakni pasangan Esthon L Foenay-Christian Rotok, pasangan Marianus Sae-Emelia Nomleni dan pasangan Benny K Harman, tidak berkeberatan dan kemudian mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Baca: 2 Wanita Ini Dipecat Karena Diduga Melakukan Perbuatan Asusila di Ruangan Pimpinan DPRD

Penetapan ini pada sisi paling penting memeteraikan Viktor Bungtilu dan Josef Nai Soi sah secara hukum menjadi Gubernur-Wakil Gubernur NTT menggantikan Frans Lebu Raya-Benny Litelnoni. Tetapi pada sisi lain yang tidak kalah penting secara sosial menegaskan juga bahwa Pilgub NTT 2018 terbilang bersih dan tanpa hambatan berarti.

Semua pihak mengapresiasi penyelenggaraan Pilgub NTT kali ini. Apresiasi diberikan terutama karena masyarakat semakin dewasa berdemokrasi dan semakin matang berpolitik.

Politik SARA yang baunya menyengat hidung pada hampir setiap tahapan penyelenggaraan Pilgub nyatanya tidak kuat menggoyahkan nurani masyarakat yang semakin dewasa dan dengan demikian juga sama sekali tidak mampu mengalihkan pilihan masyarakat.

Kita seakan jadi sadar bahwa isu SARA hanyalah trik murahan dan bumbu-bumbu basih yang tidak laku di pasar. Kekerabatan, kekeluargaan, kerukunan, solidaritas dan soliditas warga NTT jauh mengatasi hajatan dan kepentingan politik apa pun.

Kemenangan Viktor Bungtilu Laiskodat (Protestan)-Josef Nai Soi di provinsi dengan mayoritas pemeluk Katolik dan juga kemenangan pasangan Paulus SK Limu (Katolik)-Daniel Landa pada pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sumba Tengah yang mayoritas pemeluk Protestan menegaskan bahwa isu SARA, sekali lagi, tidak laku dijual di `pasar politik' NTT.

Baca: Lima Tahun Vakum, Yoon Eun Hye Siap Comeback dengan Drakor Terbarunya: Love Watch!

Dengan demikian, sebagai warga NTT kita boleh bertepuk dada dan dengan bangga mengatakan saya bangga menjadi orang NTT.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved