Berita Kabupaten TTS

Kesal Sidang Diskors, Anggota DPRD TTS Tuding Ketua DPRD dan Bupati TTS Tak Serius

Anggota DPRD TTS dari Partai Hanura, David Boimau kesal lantaran sidang paripurna dengan agenda penutupan sidang II diskors.

Kesal Sidang Diskors, Anggota DPRD TTS Tuding Ketua DPRD dan Bupati TTS Tak Serius
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Anggota DPRD TTS dari Partai Hanura, David Boimau 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Anggota DPRD TTS dari Partai Hanura, David Boimau kesal lantaran sidang paripurna dengan agenda penutupan sidang II yang dijadwalkan pada Rabu ( 8/8/2018) pukul 09.00 Wita diskors hingga pukul 18.00 Wita.

David semakin kesal lantaran skors penutupan sidang II tersebut dengan alasan Bupati TTS, Ir. Paul Mella dan Ketua DPRD TTS, Jean Neonufa, memilih menghadiri acara penyerahan SK izin operasional SD Negeri Pusu.

David menuding, Bupati Mella dan Jean Neonufa tidak serius untuk mengurus daerah. Pasalnya, agenda penutupan sidang II jauh lebih penting dibandingkan dengan acara seremonial penyerahan SK ijin operasional.

Baca: Sugiharto Tutup TMMD di Lembata

Apalagi, untuk acara seremonil tersebut, Bupati Mella sebenarnya bisa diwakilkan, tetapi untuk sidang paripurna tidak bisa diwakilkan.

"Ada apa ini, kenapa Bupati dan Ketua DPRD malah lebih pentingan urusan seremonial dibandingkan sidang paripurna. Ini jelas, Bupati dan Ketua DPRD lebih mementingkan pencitraan dibandingkan dengan mengurus daerah ini. Padahal agenda penutupan sidang II ini sudah molor jauh dari jadwal yang seharusnya. Jangan karena mau kampanye maju legislatif lalu utamakan pencitraan dibanding urus daerah ini," ungkap David dengan nada kesal.

David bahkan meminta masyarakat TTS untuk tidak memilih dua pimpinan legislatif dan eksekutif tersebut. Pasalnya menurut David, kedua tidak memiliki keserius dalam mengurus daerah tersebut.

"Masyarakat tidak usah pilih yang model begitu. Yang hanya mau pencitraan saja," ajaknya.

Ketua komisi IV DPRD TTS, Relygius Usfunan mengaku juga menerima undangan penyerahan SK izin operasional SD Negeri Pusu tersebut.

Namun dirinya memilih untuk tidak mengikuti acara tersebut dan memilih mengikuti sidang paripurna.

"Komisi IV ini mitranya Dinas Pendidikan, tetapi karena paripurna lebih urgen sehingga saya memilih tidak mengikuti acara seremonil tersebut. Apa lagi saat ini, daerah sedang mengalami defisit anggaran dan Rekanan menuntut hutangnya untuk segera dibayarkan. Seharusnya pemerintah serius untuk mengurus masalah ini bukan meninggalkan sidang paripurna hanya untuk acara seremonil, " tegasnya.

Kehadiran Bupati Mella tidak hanya dinanti oleh DPRD TTS saja, tetapi puluhan rekanan sudah menanti di DPRD TTS untuk menagih utang Pemkab TTS. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help