Berita Regional

Kalah Main Judi, Ibu Ini Tonjok Anak SD yang Mengasuh Bayinya hingga Nyaris Pingsan

MN (23), seorang IRT harus berurusan dengan hukum lantaran menganiaya RN (7) bocah Sekolah Dasar (SD) hingga nyaris pingsan.

Kalah Main Judi, Ibu Ini Tonjok Anak SD yang Mengasuh Bayinya hingga Nyaris Pingsan
KOMPAS.com/Aji YK Putra
Yana (48), melaporkan MN (23) tetangganya sendiri ke Polresta Palembang, lantaran telah menganiaya cucunya RN (7) hingga nyaris pingsan. 

POS-KUPANG.COM | PALEMBANG - MN (23), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Palembang, Sumatera Selatan harus berurusan dengan hukum lantaran menganiaya RN (7) bocah Sekolah Dasar (SD) hingga nyaris pingsan.

Akibat penganiayaan tersebut, Yana (48), nenek korban, tidak terima atas perbuatannya itu. Yana kemudian melaporkan MN ke Polresta Palembang, Selasa (7/8/2018).

Yana mengatakan, peristiwa itu bermula ketika bocah RN diminta oleh MN untuk mengasuh bayinya, dikarenakan ibu muda tersebut hendak bermain judi di kampung mereka. Bocah RN pun mengasuh bayi MN dengan mengajaknya bermain sembari menunggu MN berjudi.

Baca: Jelang Putuskan Cawapres, Prabowo Bertemu Amien Rais

Diduga kalah judi, MN mendadak langsung memukul kepala RN hingga nyaris pingsan. Mendapatkan pukulan itu, RN langsung pulang ke rumah dan mengadu kepada Yana.

"Padahal dia (pelaku) minta tolong untuk mengasuh anaknya kepada cucu saya. Karena dia sibuk main judi. Tapi cucu saya malah dianiaya," kata Yana saat melapor.

Yana sempat berupaya menanyakan perihal perbuatan MN yang tega menganiaya RN. Namun, bukannya meminta maaf, pelaku malah memarahi Yana dengan mengeluarkan kata-kata kasar.

"Dia bilang anaknya jatuh karena cucu saya, padahal tidak ada luka-luka jatuh atau lecet. Dia malah marah-marah dan berkata kasar, jadi kami laporkan saja ke polisi," ujarnya.

Kasubag Humas Polresta Palembang, AKP Andi Haryadi membenarkan adanya laporan korban dan kini sedang dilakukan tindak lanjut di Satuan Reserse Kriminal.

"Korban sedang lagi dimintai keterangan. Nanti akan menunggu hasil visum, melihat bekas pukulan dari terlapor," jelas Andi. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved