Berita Kota Kupang

GMNI Cabang Kupang Juga Persoalkan Kesalahan Hologram

GMNI Cabang Kupang menilai, pemberlakuan sistem BLU di Undana Kupang meresahkan masyarakat di Provinsi NTT.

GMNI Cabang Kupang Juga Persoalkan Kesalahan Hologram
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Salah seorang peserta aksi dari GMNI Cabang Kupang melakukan orasi di depan gerbang Undana, Rabu (8/8/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang menilai, pemberlakuan sistem Badan Layanan Umum (BLU) di Universitas Nusa Cendana (Undana) meresahkan masyarakat di Provinsi NTT.

Hal itu dapat dilihat dari beberapa kebijakan yang diambil beberapa minggu terahir oleh pihak Undana. Menurut GMNI Cabang Kupang, kebijakan tersebut sangat kontroversial dan meresahkan masyarakat NTT.

" Seperti penjilidan skripsi hologram di kampus. Lalu dalam penjilitan tersebut ada yang salah. Kita sudah berada distatus kemenristekdikti tetapi disana masih kemendikbud," kata Ketua GMNI Cabang Kupang Yoseph A. Sukario dalam orasinya saat mengelar aksi demonstrasi di depan Gerbang Undana, Rabu (8/8/2018) siang.

Baca: Sepuluh Kapal Nelayan di Flotim Sama Sekali Tidak Ada Dokumen

Sukario menjelaskan, dalam perjalanan jumlah skripsi yang mau dijilidkan begitu banyak sehingga pihak kampus mengalihkan penjilidan tersebut kepada mahasiswa yang bersangkutan.

" Artinya kita bisa jilid diluar tapi beli hologramnya didalam. Hal ini kita bisa ukur bahwa jumlah tenaga kerja di Undana belum mampu membuka jasa penjilidan ini," kata Sukario.

Sukario mengungkapkan, sebenarnya BLU merupakan sistem yang baik sebetulnya. Karena dalam penerapannya BLU mengedepankan efektifitas dan produktifitas dengan tujuan agar dapat mensejahtrakan semua stake holder yang ada di Undana termasuk mahasiswa. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved