Berita Sumba Barat Daya

Alokasi Dana Pendidikan Per Siswa di Sumba Barat Daya Hanya Rp 3.900 Per Bulan

Untuk kebutuhan peningkatan mutu pembelajaran, per siswa SD di Sumba Barat Daya tahun 2018 hanya mendapatkan Rp 3.900 per bulan

Alokasi Dana Pendidikan Per Siswa di Sumba Barat Daya Hanya Rp 3.900 Per Bulan
ISTIMEWA
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan SBD, Wakil Bupati SBD dan Provincial Manager INOVASI untuk Sumba saat kegiatan Konsultasi Publik, 7 Agustus 2018. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Berdasarkan analisis dana APBD untuk pendidikan yang dilakukan oleh Bappeda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BKAD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dan tim program pendidikan INOVASI, untuk kebutuhan peningkatan mutu pembelajaran, per siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten tersebut pada tahun 2018 hanya mendapatkan dana Rp 3.900 rupiah per bulan atau Rp 46.900 per tahun.

Provnincial Policy INOVASI untuk Sumba, Mus Mualim menyampaikan hal itu melalui rilis yang dikirim oleh INOVASI, Rabu (8/8/2018) siang.

Mualim menjelaskan, jumlah itu didapatkan dengan membagi jumlah dana yang dikhususkan untuk peningkatan mutu pembelajaran SD yaitu RP 3,4 milyar pertahun dengan total 74.662 siswa SD yang ada di SBD.

Baca: MK Belum Agendakan Sidang Uji Materi Jabatan Wapres

Kata dia, total keseluruhan alokasi pendidikan SBD sebenarnya cukup besar yaitu 281, 9 milyar atau 27,42 % dari total APBD. Jumlah ini lebih besar dari yang diamanatkan undang-undang yaitu minimal 20% dari APBD.

Namun sayangnya, dana belanja untuk peningkatan mutu pembelajaran seluruh jenjang sekolah di SBD hanya 4,55 milyar per tahun atau 0.44 % dari total 1,027 triliun jumlah total APBD Sumba Barat Daya.

"Jumlah dibawah 1% untuk peningkatan mutu pembelajaran siswa adalah jumlah yang kecil," ujar Mus Mualim.

Kata dia, selain kecil, alokasi 0.44% tersebut ternyata berdasarkan analisis tidak menyentuh persoalan pendidikan yang terjadi di SBD. Penggunaan alokasi di SBD memiliki persamaan dengan tiga kabupaten lain di Sumba; Kebanyakan dana habis untuk membiayai aspek manajemen, terutama untuk gaji pendidik. Sisanya untuk pembangunan sarana-prasarana pendidikan dan aspek lainnya.
"Seperti tiga kabupaten lain di Sumba, baik Sumba Barat, Sumba Timur maupun Sumba Tengah, skema alokasi dana pendidikan ini peruntukannya perlu diubah. Pendidikan itu perlu lebih berfokus langsung pada siswa sebagai peserta didik, yang lain adalah sebagai pendukung. Alokasi dana per-siswa perlu diperbesar," kata Mualim. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved