Berita Sumba Barat

Tuntut Keadilan Hukum, Keluarga Poro Duka Demo ke Kantor Bupati dan DPRD Sumba Barat

meminta presiden menghentikan segala bentuk kebijakan pembangunan dan segala bentuk investasi yang mengorbankan hak hidup, kelestarian lingkungan

Tuntut Keadilan Hukum, Keluarga Poro Duka Demo ke Kantor Bupati dan DPRD Sumba Barat
pos kupang.com, petrus piter
puluhan keluarga korban membentangkan poster saat mengadakan aksi damai di kantor bupati Sumba Barat, Selasa (7/8/2018) 

Laporan Wartawan pos-kupang.com, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK---Puluhan anggota keluarga Poro Duka, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Selasa (7/8/2018) pukul 12.30 wita, tiba di kantor bupati Sumba Barat.

Kedatangan puluhan anggota keluarga Poro Duka yang didampingi perwakilan wahana lingkungan hidup indonesia (Walhi), perwakilan forum peduli pembangunan Sumba Timur di Kupang dan lembaga bantuan hukum Sarneli untuk mengadakan aksi damai menuntut percepatan proses hukum atas meninggalnya Poro Duka tanggal 25 April 2018 yang diduga terkena tembakan peluru aparat kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya pengukuran tanah saat itu.

Hal itu Karena sampai saat ini, proses hukum atas meninggalnya Poro Duka tidak jelas alias kabur.

Kedatangan keluarga korban Poro Duka diterima sekretaris daerah Sumba Barat, Drs.Umbu Dingu Dedi.

Dihadapan sekretarus daerah, keluarga korban membacakan surat pernyataan sikap yang ditujukan kepada presiden RI, Joko Widodo yakni meminta presiden menghentikan segala bentuk kebijakan pembangunan dan segala bentuk investasi yang mengorbankan hak hidup, kelestarian lingkungan serta memiskinkan masyarakat pesisir pantai Marosi, Desa Patiala Bawah, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat.

Selanjutnya menindak tegas semua oknum termasuk pimpinan wilayah dan lembaga negara yang terlibat dalam dugaan pelanggaran berat hak asasi manusia, memulihkan korban pelanggaran HAM berat, mengembalikan hak ulayat adat warga Patiala Bawah dan mengembalikan tanah terlantar dan tanah teridentifikasi terlantar di pesisir pantai Marosi, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Sumba Barat.

Terhadap hal itu Sekretaris daerah Sumba Barat, Drs.Umbu Dingu Dedi, menyampaikan terima kasih dan menerima surat pernyataan itu untuk seterusnya disampaikan kepada bupati Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole untuk ditindaklanjutinya.

Koordinator aksi demonstrasi damai keluarga korban Poro Duka, Dedi F.Holo kepada wartawan mengatakan, aksi damai keluarga korban Poro Duka dilakukan karena setelah 100 hari kematian Poro Duka, keluarga mencermati proses hukum terhadap kasus kematian Poro Duka menjadi tidak jelas alias kabur.

Ia menambahkan aksi damai selain di kantor bupati juga ke DPRD Sumba Barat, BPN dan juga Polreals Sumba Barat. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved