Berita Kabupaten Lembata

KPU Belum Dapat Surat dari DPRD Lembata

Anggota Dewan yang saat ini mengalami halangan tetap, di antaranya Philipus Bediona dan Fransiskus Limawai atau biasa disapa Ferry Koban.

KPU Belum Dapat Surat dari DPRD Lembata
ISTIMEWA
Philipus Bediona dan Fransiskus Limawai atau biasa disapa Ferry Koban berada di Lapas Lembata,Jumat (3/8/2018).

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Sampai saat ini Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Lembata belum mendapat surat dari DPRD setempat yang isinya tentang pergantian antar waktu (KPUD) anggota DPRD Lembata.

Hal tersebut diungkapkan Ketua KPUD Lembata, Petrus Payong Pati, ketika ditemui Pos Kupang.Com di kantornya, Selasa (7/8/2018). Ia dihubungi terkait aka dilakukan PAW terhadap anggota DPRD Lembata yang berhalangan tetap karena terjerat masalah tertentu.

Anggota Dewan yang saat ini mengalami halangan tetap, di antaranya Philipus Bediona dan Fransiskus Limawai atau biasa disapa Ferry Koban. Kedua oknum anggota Dewan tersebut telah dijebloskan ke penjara Jumat (3/8/2018) karena terbukti telah melakukan tindak pidana umum dalam kasus pemalsuan dokumen negara.

Dikatakannya, sesuai aturan yang berlaku, apabila seorang anggota Dewan mengalami halangan tetap sehingga tidak bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, maka anggota Dewan bersangkutan harus segera diganti. Pergantian oknum anggota Dewan itu harus melalui mekanisme PAW.

Berdasarkan aturan tersebut, lanjut dia, maka jika partai politik hendak mem-PAW-kan kadernya di lembaga legislatif, maka yang harus dilakukan, adalah mengajukan surat permohonan pergantian antar waktu yang ditujukan kepada pimpinan DPRD Lembata.

DPRD akan menyurati KPUD untuk meminta daftar caleg dengan perolehan suaranya saat pemilu terakhir (2014) lalu. Berdasarkan surat tersebut, maka KPUD pun akan menyerahkan daftar nama itu ke DPRD untuk diproses
lebih lanjut.

"Kalau semuanya sudah beres, maka DPRD Lembata akan mengirimkan berkas pergantian antar waktu ke Gubernur NTT melalui Bupati Lembata. Jadi mekanisme PAW-nya seperti itu," ujar Payong Pati. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved