Berita Kabupaten Lembata

Komandan KP3 Laut Pelabuhan Lewoleba: Kerusakan Itu Sedang Diperbaiki

Komandan KP3 Laut Pelabuhan Lewoleba, Aiptu Lazarus Lit Raya, mengatakan, kerusakan mesin pada KLM Lembata Karya itu kini sedang diperbaiki.

Komandan KP3 Laut Pelabuhan Lewoleba: Kerusakan Itu Sedang Diperbaiki
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Komandan KP3 Laut Pelabuhan Lewoleba, Aiptu Lazarus Lit Raya (kanan) saat bersama anggota, Selasa (12/6/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS- KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Komandan KP3 Laut Pelabuhan Lewoleba, Aiptu Lazarus Lit Raya, mengatakan, kerusakan mesin pada Kapal Layat Motor (KLM) Lembata Karya itu kini sedang diperbaiki.

"Kapal itu pulang di tengah laut karena ada gangguan pada mesin. Kerusakan mesin itu juga kini sedang diperbaiki. Kalau mesinnya sudah baik berarti kapal itu bisa berlayar lagi."

Polisi Lazarus mengungkapkan hal itu, ketika ditemui Pos Kupang.Com di ruang kerjanya di Kantor KP3 Laut Pelabuhan Lewoleba, Selasa (7/8/2018).

Lazarus tidak memastikan kapan mesin kapal itu bisa membaik. Tapi jika mesinnya sudah berfungsi, maka kapal itu dipastikan akan berlayar kembali seperti hari-hari sebelumnya.

Menurut dia, kapal Lembata Karya tersebut tidak akan berlayar pada Selasa (7/8/2018) siang hari, karena jadwalnya sudah pagi hari. Tapi keputusan untuk berlayar atau tidaknya kapal itu sepenuhnya di nakhoda kapal.

Hanya saja, lanjut dia, kapal itu tak akan mungkin berlayar hari itu, karena ABK masih konsentrasi memperbaiki kerusakan mesin tersebut.

Lazarus mengatakan, kapal itu baru akan diizinkan berlayar sesuai rute pelayaran pada Rabu (8/8/2018) pagi. Itu pun kalau mesinnya telah normal. Jika belum, berarti kapal tak bisa berlayar.

Walau kapal besar itu tak berlayar, lanjut Lazarus, tapi tidak mengganggu aktivitas pelayaran dari dan ke Pelabuhan Lewoleba. Sebab ada banyak kapal layar motor yang setiap hari beroperasi di perairan Lewoleba-Adonara-Larantuka.

"Di sini ada banyak kapal, sehingga aktivitas pelayaran tidak terganggu sama sekali. Kapal cepat ada, kapal lambat juga ada. Jadi kalau satu kapal tidak berlayar, masih ada kapal lain yang melayari rute ini. Di sini tak ada masalah terkait transportasi laut," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help