Berita Manggarai Timur

Agas Andreas akan Evaluasi Bantuan Rumah Bagi Warga Manggarai Timur

Agas Andreas mengungkapkan, ke depan bantuan bagi warga kurang mampu di Matim perlu dievaluasi dan ditata lagi.

Agas Andreas akan Evaluasi Bantuan Rumah Bagi Warga Manggarai Timur
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Wabup Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas, S.H, M.H 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | BORONG - Wabup Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas, S.H, M.H mengungkapkan, ke depan bantuan bagi warga kurang mampu di Matim perlu dievaluasi dan ditata lagi. Bantuan rumah bagi warga harus tuntas.

"Misalnya kita bangun tuntas dengan cara penerima langsung menerima kunci rumah. Maka itu saya akan konsultasi dengan Kementerian PUPR di Jakarta agar bantuan rumah diatur agar penerima jangan pusing. Artinya, bangun satu rumah biaya berapa kita hitung lalu bangun secara bagus. Rumah yang dibangun pun harus membuat warga senang. Maka itu perlu ditata ulang.Saya akan konsultasi dengan kementerian biar tidak ada persoalan ke depannya," kata Wabup Agas yang ditemui POS-KUPANG.COM di Borong, Selasa (7/8/2018) siang.

Baca: Gempa Lombok, Korban Meninggal Dunia Bertambah Menjadi 105 Orang

Wabup Agas menegaskan, bantuan rumah kepada warga yang akan diatur lagi soal jumlahnya sehingga bantuan tersebut tepat sasaran dan benar- benar ada hasilnya.

"Jangan kita kejar jumlah rumah yang mau diperbaikki banyak tapi hasil menyusahkan warga. Ke depan biar sedikit bantuan tapi langung tuntas dan ada buktinya. Misalnya kita hitung kalau satu rumah langsung terima kunci nilainya Rp 30 juta maka itu yang harus dilakukan. Itu lebih baik karena ada bukti dan tuntas apa yang kita mau bangun," ujar Wabup Agas.

Untuk diketahui, dua janda penerim bantuan rumah tahun 2018 dari Pemkab Manggarai Timur (Matim) mengaku pusing tujuh keliling usai menerima bantuan.

Kedua janda yang pusing ini yakni Kornelia Ice (59) dan Veronika Mues (50),warga RT 09/RW 03,Kampung Wae Reca, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong.

Kedua janda ini pusing lantaran harus mencari uang lagi guna membiayai tukang guna mengerjakan rumah bantuan.

"Uang yang disiapkan dari pemerintah untuk bayar tukan Rp 2.500.000,00.Saya harus cari uang Rp 2.500.000,00 lagi karena tukang minta Rp 5 juta. Awalnya minta Rp 15 juta.Kasihan kami janda mau cari uang di mana lagi. Kenapa tidak kasih bantuan kami terima kunci saja. Kalau mau bantu sekalian semua biaya diurus biar kami tidak pusing cari uang," ujar Kornelia di Wae Reca saat ditemui POS-KUPANG.COM, Selasa (7/8/2018) siang.

Mama Kornelia pun memperlihatkan rumah bantuan yang sedang dikerjakan lalu tukangnya kabur.

"Tukang minta uang Rp 5 juta harus bayar. Saya lagi cari uang malah ia tidak mau kerja lagi. Sekarang ini anak mantu saya yang kerja lanjut," ujar Mama Kornelia.

Janda 10 anak ini pun menyebutkan, ada bantuan semen, pasir, batako, besi dan seng serta paku seharga Rp 7.500.000,00.

"Sekarang biaya tukang Rp 2.500.000 belum saya terima. Saya harus cari uang lagi Rp 2.500.000,00 biar rumah saya tuntas dikerjaka," papar Kornelia. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved