Berita Nagekeo

Warga Gunakan Jalan Alternatif Lewati Sungai Aesesa

Jalur itu menjadi satu-satunya yang bisa dilewati karena kondisinya tidak dangkal. Namun jika banjir jalur Aloripit tak bisa dilintas karena

Warga Gunakan Jalan Alternatif Lewati Sungai Aesesa
pos kupang.com, gordi donofan
Beberapa kendaraan roda empat saat melintasi dijalur Aloripit Mbay disungai Aesesa Kabupaten Nagekeo, Senin (6/8/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Sejak Selasa (31/7/2018) hingga Senin (6/8/2018) roda empat dan roda enam melintasi jalur altenatif di Aloripit Aesesa.

Jalur itu menjadi satu-satunya yang bisa lewati karena kondisinya tidak dangkal. Namun jika banjir jalur Aloripit tidak bisa dilintas karena tidak ada Jembatan penyeberangan.

Pantauan POS KUPANG.COM, di Jalur Aloripit Senin (6/8/2018) jalur itu sudah ditata sedemikian rupa untuk digunakan melintas roda empat dan roda enam.

Terlihat beberapa kendaraan ekstra hati-hati ketika melintasi jalur itu. Sebab agak licin dan air masuk dalam knalpot mobil.

Informasi yang dihimpun POS KUPANG.COM, jalur itu dibuat oleh Dinas PU Nagekeo bersama warga. Sehingga bisa dilintas.

Sebelumnya roda empat dan roda enam yang melintas tidak melintasi Aloripit dijalur yang dibuat PU Nagekeo tapi melintasi jalur yang dibuat oleh warga sempat meskipun merogoh kocek 25.000 hingga 50.000 rupiah per sekali lewat.

"Dari Selasa (31/7/2018) hingga Kamis (2/8/2018) itu yang lewat jalur yang dibuat warga wajib bayar
kepada orang yang jaga. Ada yang
bayar 25.000 dan trevel 50.000 hingga 60.000 rupiah. Sedangkan hari Jumat (3/7/2018) sudah ada orang dari PU yang membuat jalur alternatif sehingga pengendara tidak lagi membayar ongkos saat melintas," papar Andy Azwari (22), warga Aloripit kepada POS KUPANG.COM, Senin (6/8/2018).

Ia mengatakan, sampai saat ini sudah tidak bayar lagi karena sudah ada jalur yang dibuat oleh Dians PU Nagekeo.

Warga yang meminta uang itu karena memang kendaraan melintasi itu melewati lahan milik warga dan jalur ditengah sungai yang sudah dibuatkan oleh wargasebagai tempat untuk menggali pasir.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help