Opini Pos Kupang

Relawan Politik dan Civic Engagement

Mereka berusaha untuk mempromosikan figur-figur yang akan berkontestasi dalam perhelatan demokrasi sambil mengemukakan

Relawan Politik dan Civic Engagement
ilustrasi

Civic engagement yang tersalurkan dalam gerakan relawan politik merupakan kritik atas aktus politik para elite yang cenderung degradatif dan apolitis. Hal seperti juga dapat menjadi bukti bahwa partai politik tidak cukup representatif.

Sebab kenyataannya, partai politik memang seringkali menyangkal esensi eksistensinya. Bersemi masifnya relawan politik dapat "dibaca" sebagai kekecewaan rakyat terhadap partai dan elite politik yang memang seringkali mengabaikan kepentingan rakyat. Ini adalah "tanda merah" untuk partai politik yang mesti segera dicari solusinya.

Baca: 4 Pemain Drakor Ganteng Ini Mengidap Penyakit Parah, Siapa Mereka?

Kalau tidak, maka ditakutkan bahwa relawan politik itu akan bermetamorfosa menjadi kelompok besar yang mengkampanyekan gerakan anti partai politik.

Tentu saja kita tidak menginginkan hal seperti itu terjadi apalagi membiarkan rakyat untuk tidak lagi percaya kepada partai politik.

Namun demikian, hal seperti ini bisa saja terealisasi karena semakin hari keberadaan partai politik semakin memprihatinkan. Sementara di sisi lain, relawan politik seringkali bergerak masif dan ekspansif menjadi harapan rakyat, betapapun itu masih terfragmentaris dan belum terlembagakan.

Karena itulah, kita berharap agar kemunculan relawan politik mesti menjadi titik tolak bagi partai dan elite politik untuk melakukan refleksi atas peran keterlibatan mereka dalam perpolitikan nasional.

Harus diakui bahwa partai dan elite politik yang mestinya meningkatkan kapabilitas dan krediblitas, justru semakin tidak dipercayai oleh rakyat. Rakyat tidak lagi antusias untuk menyalurkan aspirasi politik melaluinya karena seringkali mereka melupakan aspek elementer dari orientasi politik itu.

Keberadaan kelompok relawan merupakan salah satu buktinya. Jangan sampai ini adalah bentuk kekecewaan rakyat terhadap partai dan elite politik. Partai dan elite politik perlu berkaca diri: apakah selama ini mekanisme partai politik mengakomodasi kepentingan rakyat ataukah mekanisme itu diproses secara pragmatis.

Bukan rakyatlah yang bisa meningkatkan kredibilitas partai politik. Partai dan elite politiklah sendirilah yang mestinya merevitalisasi model dan kiblat perjuangan mereka sehingga mendapat kembali kepercayaan rakyat.

Partai dan elite politik mesti memperlihatkan kualitas perjuangan dengan mengembalikan esensi perjuangan itu kepada substansinya. Publik mesti diyakinkan bahwa partai politik dapat diandalkan untuk memperjuangkan kepentingan bersama.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help