Berita Lembata

PKPI Ajukan Permohonan PAW

PKPI mengajukan surat permohonan pergantian antar waktu (PAW) kepada pimpinan DPRD Lembata Permohonan PAW untuk mengganti Philipus Bediona

PKPI Ajukan Permohonan PAW
pos kupang.com, frans krowin
Ketua DPC PKPI Lembata, Ramis Ma'ruf (kanan) dan Sekretaris DPC PKPI Lembata, Hendrikus Bernadus Gilo Kedang (kiri), Senin (6/8/2018). 

POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Ketua DPC PKPI Lembata, Ramis Ma'ruf (kanan) dan Sekretaris DPC PKPI Lembata, Hendrikus Bernadus Gilo Kedang (kiri), Senin (6/8/2018).

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA --- Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Lembata, mengajukan surat permohonan pergantian antar waktu (PAW) kepada pimpinan DPRD Lembata. Permohonan PAW itu untuk mengganti Philipus Bediona, anggota DPRD setempat yang telah dijebloskan ke Lapas Lembata, Jumat (3/8/2018).

Bedioana dijebloskan ke penjara setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang dilakukan Philipus Bediona dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen negara yang dilakukannya bersama Fransiskus Limawai alias Ferry Koban, anggota Dewan lainnya.

Untuk diketahui, Philipus Bediona dan Ferry Koban divonis satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lembata dalam kasus pemalsuan dokumen negara. Atas vonis tersebut Bediona dan Ferry Koban melakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi (PT) NTT di Kupang.

Setelah menyidangkan kasus tersebut di tingkat banding, majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut lantas menjatuhkan vonis menguatkan putusan PN Lembata yang telah memvonis kedua terdakwa tersebut masing-masing satu tahun penjara.

Lantaran kalah di tingkat banding, Bediona dan Ferry Koban kemudian melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Namun kasasi yang dilakukan kedua terdakwa itu ibarat sia-sia adanya. Karena MA lagi-lagi menolak permohonan kasasi pada November 2016 silam.

Pada November 2017 lalu, PN Lembata menerima salinan putusan MA tentang penolakan kasasi Bediona dan Ferry Koban. Penerimaan berkas putusan MA itu pada November 2017 lalu.

Atas putusan MA tersebut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata melakukan eksekusi terhadap Philipus Bediona dan Ferry Koban pada Jumat (3/8/2018). Pada hari tersebut keduanya dijebloskan ke penjara untuk menjalankan hukuman pidana kurungan sesuai vonis majelis hakim, satu tahun penjara. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help