Opini Pos Kupang

Begini Fenomena Transfer Politisi

Dalam dunia sepakbola, istilah transfer sudah sangat familiar. Istilah ini berkaitan dengan pembelian atau perpindahan

Begini Fenomena Transfer Politisi
ilustrasi 

Politik Transaksional

Bila ditelusuri lebih jauh, transfer politisi ini dikarenakan partai berusaha menggaet public figure untuk menjadi calon legislatif e pada pileg 2019 mendatang. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya calon legislative dari kalangan selebritis.

Sebaran bacaleg artis dapat dirinci sebagai berikut: Nasdem 27 orang; PDIP 13 orang; PKB 7 orang; Berkarya 5 orang; PAN, Demokrat dan Golkar masing-masing 4 orang; Perindo dan Gerindra 3 orang; dan PSI 1 orang.

Fenomena ini terjadi karena perubahan cara perhitungan perolehan kursi dewan. Perhitungan sebelumnya yang menggunakan Kuota Hare diubah menjadi Metode Sainte Lague Murni.

Metode yang bisa dibilang "the winner takes all", pemenangnya sapu bersih kursi yang tersedia. Tidak heran parpol berusaha menggumpul perolehan suara dengan mengusung para selebritis.

Dengan demikian partai bisa lolos dari persyaratan Presidential Treshold 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional dan Parliamentary Treshold 4 persen (https://nasional.kompas.com/read/2018/07/24/fenomena-caleg-artis-dan-transfer-polit isi).

Pola transfer seperti ini tidak berbeda dengan pola rekrutmen calon dalam pilkada yang juga mensyaratkan mahar politik. Dimana seorang calon yang (mau) diusung diwajibkan menyetor sejumlah uang kepada partai pengusung.

Sederhananya, jika ingin pencalonan bercalon mulus, maka harus menyerahkan sejumlah fulus. Lalu apa yang bisa dibaca dari fenomena mahar dan transfer politisi ini?

Mahar dan transfer politisi menunjukkan dengan terang bahwa politik kita memang transaksional. Para pelaku politik transaksional masih bebas bergentayangan di negeri ini. Pola transaksional menjadikan uang syarat utama berkarir di bidang politik.

Uang adalah garansi sukses bagi siapa saja yang ingin terjun ke dunia politik. Ketika uang menjadi penentu dalam proses politik, maka ancaman kematian demokrasi kian nyata.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved