Berita NTT

APR NTT Nilai Pemprov NTT Lakukan Pembiaran Persoalan Sertifikasi Lahan WNI Eks Timtim

Koordinator APR NTT menilai Pemprov NTT melakukan pembiaran terhadap persoalan sertifikasi lahan pemukiman bagi 52 KK WNI Eks Timor-Timur

APR NTT Nilai Pemprov NTT Lakukan Pembiaran Persoalan Sertifikasi Lahan WNI Eks Timtim
pos kupang.com, gecio viana
Suasana pertemuan saat Aliansi Perjuangan Rakyat (APR) NTT berdialog dengan Pemprov NTT, tampak Assisten I Setda NTT duduk dibagian tengah dan memimpin pertemuan didampingi kadis PRKP NTT di kantor gubernur NTT, Senin (6/8/2018) siang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Fransisco Lopes, Koordinator Aliansi Perjuangan Rakyat (APR) NTT menilai Pemerintah Provinsi NTT melakukan pembiaran terhadap persoalan sertifikasi lahan pemukiman bagi 52 Kepala Keluarga (KK) WNI Eks Timor-Timur di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Senin (6/8/2018) pagi

"Terkait persoalan sertifikasi tanah tempat tinggal bagi 52 KK (381) jiwa WNI Eks Timtim, Pemerintah Provinsi NTT melalui tim kerja yang telah dibentuk selama dua tahun semakin mengaburkan dan menghilangkan tuntutan APR NTT untuk segera mengsertifikasi lahan tersebut," ungkap Fransisco kepada POS-KUPANG.COM di kompleks pemukiman WNI Eks Timtim di RT 18 RW 007 Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang

Fransisco yang juga Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Wilayah NTT ini menjelaskan, APR NTT melakukan aksi masa terakhir pada Senin (4/6/2018) lalu di kantor gubernur NTT lalu kemudian dilanjutkan dengan audiens bersama pemprov NTT.

Audiens tersebut, lanjut Fransisco, dipimpin oleh Drs. Michael Fernandes, Assisten I Setda Provinsi NTT dihadiri oleh Yulia Arfa selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukinan (PRKP) NTT didampingi Isyak Nuka selaku Sekertaris PRKP NTT serta pejabat lainnya.

"Tanggapan atas tuntutan APR NTT untuk segera melakukan sertifikasi lahan yang telah dibiarkan selama 15 tahun tersebut, Asisten 1 Setda NTT bersama tim kerja berjanji untuk segera memenuhi tuntutan APR NTT (sertifikasi lahan) sebelum masa jabatan Frans Lebu Raya berakhir pada 16 Juli 2018," ungkapnya

Namun, kata Fransisco, hingga masa jabatan Frans Lebu Raya hingga saat ini janji Drs. Michael Fernandes selaku Assisten I setda NTT hanya sekedar janji tanpa ada langkah maju sertifikasi lahan seluas 3 Hektare bagi 52 KK WNI Eks Timtim Oebelo

"Janji Assisten I mewakili Pemprov NTT hanya janji belaka untuk menenangkan perwakilan masa aksi APR NTT yang mengikuti audiens tersebut," ujarnya

Ia menegaskan, tindakan pembiaran oleh Pemorov NTT tersebut adalah sikap birokratisme yang lahir atas dominasi kelas borjuis dalam pemerintahan Provinsi NTT, sehingga dampaknya, lanjut Fransusco, persoalan-persoalan rakyat sengaja dan selalu dibiarkan berlarut-larut sehingga tidak pernah diselesaikan

"Buktinya jelas pada aksi kami tanggal 4 Juni 2018 lalu mereka (Pemprov NTT) berjanji untuk segera mengsertifikasi lahan pemukiman bagi 52 KK WNI Eks Tintim di RT 18 RW 007 Desa Oebelo, Namun janji tinggal janji," katanya

Halaman
12
Tags
NTT
Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help