Berita Ende

Pengelola Kegiatan PNPM Mandiri Kota Baru Jadi Tersangka

UPK PNPM Mandiri di Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende ditetapkan jadi tersangka oleh Kejari Ende karena diduga menyalahgunakan keuangan

Pengelola Kegiatan PNPM Mandiri Kota Baru Jadi Tersangka
pos kupang.com, romualdus pius
Kasi Pidsus Kejari Ende, Max Makola SH 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE--- Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri di Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Negeri Ende karena diduga menyalahgunakan keuangan yang berakibat pada kerugian negara sebesar Rp 326.950.000,00.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Ende, Max Makola SH mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com di Ende, Sabtu (4/8/2018) ketika dikonfirmasi mengenai perkembangan penanganan kasus PNPM Mandiri di Kecamatan Kota Baru yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Ende.

Max mengatakan bahwa setelah melalui serangkain penyelidikan pihak Kejaksaan Negeri Ende akhirnya menetapkan 4 orang tersangka dalam pengelolaan dana PNPM Mandiri di Kecamatan Kota Baru.

4 tersangka itu masing-masing LTR selaku Ketua UPK PNPM Mandiri di Kecamatan Kota Baru dan juga M.E.P dan A.S serta Y.O yang ketiganya adalah pengurus UPK PNPM Mandiri Kecamatan Kota Baru.

Max menjelaskan kerugian dari kegiatan PNPM Mandiri di Kecamatan Kota Baru masing-masing berasal dari pinjaman dana simpan pinjam sebesar Rp 191.000.000 dan honor dari rekening simpan pinjam sebesar Rp 135.700.000.

Max menjelaskan, modus yang dilakukan para tersangka adalah ketika mereka mengetahui bahwa secara nasional program PNPM Mandiri dibubarkan maka dana-dana yang masih tersisa lalu direkayasa untuk kepentingan mereka bersama selaku pengurus PNPM Mandiri di Kecamatan Kota Baru.

“Para tersangka melakukan rekayasa seolah-olah ada pinjaman dari masyarakat terhadap dana PNPM Mandiri sehingga dengan demikian mereka mendapatkan honor dari pinjaman itu karena sesuai dengan ketentuan dalam kegiatan PNPM Mandiri jika ada masyarakat yang meminjam uang maka pengurus PNPM Mandiri mendapatkan honor.

Ini yang terjadi adalah meskipun tidak ada pinjaman namun direkayasa seolah-olah ada pinjaman sehingga para pengurus itu mendapatkan honor,”kata Max.

Atas perbuatan para tersangka jelas Max mengakibat kerugian negara sebesar Rp 326.950.000.

Max menjelaskan dalam kasus PNPM Mandiri di Kecamatan Kota Baru para tersangka selain merekayasa uang mereka juga merekayasa keberadaan kendaraan bermotor yang merupakan hasil undian dari bank.

Dikatakan bahwa dalam kurun waktu 2015-2016 PNPM Mandiri, Kecamatan Kota Baru memenangkan undian berhadiah dari bank berupa dua unit sepeda motor. Sepeda motor lalu dipergunakan para tersangka seakan-akan menjadi milik pribadi bahkan tanpa mengurus surat-surat motor.

Pasca terbongkarnya kasus itu maka sepeda motor tersebut lalu disita oleh Kejakri  Ende sebagai barang bukti dalam persidangan nanti.

Saat ini ujar Max barang bukti sepeda motor telah diamankan di Kantor Kejaksaan Negeri Ende sebagai barang bukti dan akan dihadirkan dalam persidangan nanti.

4 orang tersangka dalam kasus PNPM Mandiri di Kecamatan Kota Baru disangka melanggar UU Tipikor Nomor 20 tahun 2001 dengan ancaman melanggar pasal 2 dan 3 dengan ancaman hukuman minimal satu tahun serrta maksimal 20 tahun.
Para tersangka sudah diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka dan siap untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor bersama barang bukti dan juga berkasnya. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved