Opini Pos Kupang

Zohri Sang Juara

Dalam rekaman video yang dramatis terlihat ayunan langkah kaki Zohri sepersekian detik mendahului lawan-lawannya melewati garis finish.

Zohri Sang Juara
Pelari asal Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (18) mengukir sejarah dengan memenangkan ajang Kejuaraan Atletik Dunia U-20 di Finlandia. (YouTube/IAAF) 

Kalau Zohri memecahkan rekor nasional 100 meter putera pada PON Remaja 2014 di Surabaya, di event yang sama ini Delvi juga memecahkan rekor nasional 3000 meter puteri.

Bahkan tahun itu pula Delvita mampu meraih 2 medali emas sekaligus di ajang kejurnas PPLP di Manado pada nomor lari jarak jauh 1500 m dan 5000 m. Tahun berikutnya, 2015, diajang yang sama di Aceh kembali Delvi mempesembahkan emas bagi kontingen NTT. Lagi lagi di nomor spesialisasinya, 1500 m dan 5000 m.

Dan, tahun berikutnya lagi (2016), Delvita kembali meraih emas pada nomor 1500 m dan 3000 m pada kejurnas PPLP di Jakarta. Semua kejuaraan ini diikuti Zohri dengan prestasi yang sama pada nomor andalannya 100 m.

Mau tahu prestasi Delvita di tingkat regional? Tahun 2016, pada ajang Asean School Games di Chiang May Thailand, Delvita yang mewakili Indonesia mampu merebut medali perak sekaligus didua nomor, 1500 m dan 3000 m.

Prestasi ini diraih setelah tahun sebelumnya di Brunei Darusallam pada ajang yang sama ia mampu mempersembahkan medali perak bagi Indonesia di nomor lari 1500 m puteri. Ini artinya dari seluruh anak Asean, Delvi pelari kedua tercepat di nomor lari jarak jauh.

Itu baru salah satu contoh betapa prestasi para atlit kita sesungguhnya tidak kalah dari Zohri. Masih banyak atlit remaja lain. Ada Waty Buknoni, peraih medali perunggu di Philipina pada ajang South East Asia Junior Athletic Championship tahun 2017.

Ada puteri Sumba, sijangkung 173 cm Marchelina Tamu Apu yang saat ini sedang menjalani Pelatnas jangka panjang di Jakarta dan akan bertarung membela merah putih di Asian Games nanti.

Marchelina turun di nomor lari estafet 4 x 400 m puteri dan 4 x 400 m mixed. Ia terpilih karena masih dalam usia yunior (di bawah 18 tahun) pada bulan Desember 2017 yang lalu berhasil meraih perak pada kejurnas senior di Jakarta. Mewakili Indonesia berarti mereka ini remaja tercepat se-Nusantara dalam olahraga lari jarak jauh.

 "Zohri Zohri" lain masih banyak bertebaran di sekitar kita. Ada begitu banyak atlit remaja berprestasi diberbagai cabang olahraga. Mereka ini harus ditemukan dan dipoles.

Untuk cabang lari, kaki dan stamina anak NTT masih terlalu kuat dibandingkan daerah lain. Mereka kampiun di nomor lari jarak jauh. Cabang olahraga ini tergolong setengah profesional karena selalu tersedia bonus besar pada setiap kali lomba yang diadakan berbagai institusi.

Contohnya yang dilakukan Pos Kupang dan Klub Naga Timor yang menyediakan hadiah Rp 35 juta pada lomba antaranak usia 13-16 tanggal 11 Agustus nanti. Dengan juara pada nomor ini anak-anak bisa berpenghasilan yang cukup untuk meneruskan studi mereka demi meraih masa depan yang lebih baik.

Mari bangun masa depan anak NTT lewat olahraga. Mengandalkan sumber daya yang dimiliki pemerintah lewat Dispora, KONI, PPLP saja pasti tidak cukup. Perlu kepedulian kita semua.Salam olahraga.*

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved