Opini Pos Kupang

Zohri Sang Juara

Dalam rekaman video yang dramatis terlihat ayunan langkah kaki Zohri sepersekian detik mendahului lawan-lawannya melewati garis finish.

Zohri Sang Juara
Pelari asal Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (18) mengukir sejarah dengan memenangkan ajang Kejuaraan Atletik Dunia U-20 di Finlandia. (YouTube/IAAF) 

Dibalik kemilaunya prestasi Zohri, hidupnya selama ini ternyata adalah sebuah ironi. Ia pelari yang nyaris tidak bisa berangkat karena ketiadaan biaya (untung ada Bob Hasan, ketua umum Pengurus Besar PASI).

Ia hidup sangat sederhana dari cinta sang kakak Fazilla. Ia pelari yang sering berlatih sendiri di pantai tanpa alas kaki karena tidak mampu beli sepatu. Ia yatim piatu yang baru saja ditinggalkan kedua orang tuanya untuk selamanya.

Ia tinggal di rumah rapuh yang tidak layak huni. Rumah itu hanya berdindingkan anyaman bambu dengan lubang di sana sini yang sebagiannya ditutup kertas koran. Kalau mau masuk rumah, orang harus membungkuk karena tinggi ambang pintu yang tidak sampai dua meter. Dan seterusnya. Dan seterusnya.

Semuanya adalah ceritera tentang ironi kehidupan seorang anak remaja dengan segudang prestasi.

Kisah Zohri ini mestinya menjadi sebuah peringatan penting bagi kita semua. Bahwa apresiasi kepada para atlit tidak boleh datangnya terlambat.

Perlu ada perhatian khusus sejak dini kepada para remaja ini yang sebentar lagi akan tumbuh besar menjadi atlit senior andalan. Perhatian dan penghargaan perlu diberikan sejak mereka belum jadi siapa siapa.

Kalau di usia yang masih sangat belia ini mereka juara, dengan pendampingan dan pembinaan terus menerus yang baik mereka tentu akan tetap jadi juara. Toh kelak lawan lawan yang dihadapi akan tetap sama juga. Mereka seusia.

Atlit semacam Zohri ini sesungguhnya bertebaran di sekitar kita. Untuk NTT, di cabang olahraga yang sama, kita punya "Zohri Zohri" lain yang nyaris luput dari perhatian kita selama ini.

Sebut saja Delvita Lodia Bakun. Si "Kancil Flobamora" ini seumuran dengan sang juara dunia. Ia dan Zohri selama ini beriringan meniti prestasi sejak usia remaja.

Kalau Zohri juara di nomor 100 m Kejurnas PPLP (Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar) pada tahun 2016, Delvita bahkan menjuarai sekaligus dua nomor jarak jauh 3000 m dan 5000 m pada event tersebut. PPLP adalah kawah candradimuka bagi siswa yang berprestasi dibidang olahraga.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help