Opini Pos Kupang

Zohri Sang Juara

Dalam rekaman video yang dramatis terlihat ayunan langkah kaki Zohri sepersekian detik mendahului lawan-lawannya melewati garis finish.

Zohri Sang Juara
Pelari asal Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (18) mengukir sejarah dengan memenangkan ajang Kejuaraan Atletik Dunia U-20 di Finlandia. (YouTube/IAAF) 

Membungkus badan masing-masing dengan bendera nasionalnya. Berjalan ke sana ke mari dalam sorotan kamera. Melambaikan tangan kepada penonton. Seolah mau berkata. Kami juara.

Sementara sang juara itu sendiri kemana? Ternyata Zohri sedang berlari ke sana ke mari seperti kebingungan mencari sesuatu. Dari tengah ke pinggir. Dari pinggir ke tengah.

Naik mendekati tribun kehormatan. Turun lagi. Seseorang di sana entah siapa menyodorkan bendera. Sang juara kembali berlari masuk lintasan dengan merah putih di tangan.

Ceritera sukses Zohri seketika jadi viral. Sprinter asal Lombok Utara yang semula bukan siapa-siapa ini dalam sekejap berubah. Ia jadi tokoh sentral. Beritanya menyeruak di tengah hiruk pikuk perhelatan olahraga lambang dominasi pria, piala dunia sepakbola.

Sederet prestasi Zohripun seketika muncul di berbagai media. Ia peraih medali perak pada lomba atletik remaja Asia di Jepang beberapa waktu sebelumnya.

Ia pemecah rekor nasional nomor lari 100 meter PON Remaja 2014 di Surabaya (Sayangnya ini PON Remaja pertama dan terakhir karena sesudah itu tidak ada lagi PON Remaja). Ia peraih emas pada Asean School Games 2017 di Singapura. Dan seterusnya. Dan seterusnya.

Sederet prestasi Zohri tampil mengisi ruang ruang publik, baik nasional maupun mancanegara. Hampir semua media nasional, baik itu media eletronik, media cetak maupun media sosial memberitakannya.

Bahkan beberapa media cetak Asia menurunkan tajuk "Zohri, the first world champion from Asia." Ia memang bikin sejarah baru bagi Asia.

Seketika Zohri kebanjiran hadiah. Dari Pegadaian ada satu kilogram emas. Dari Menpora ada 250 juta rupiah. Dari Metro TV ada 100 juta rupiah. Dari TNI AD ada janji Zohri boleh masuk TNI AD tanpa test. Dari Kepolisian RI rumahnya langsung direnovasi.

Ada pula 250 juta rupiah dari Gubernur NTB yang fenomenal, Tuanku Guru Bajang. Ada kerja gotong royong membeton gang masuk rumahnya. Masih banyak lagi hadiah lain.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved