Berita Provinsi NTT

Mundur dari DPRD NTT, Mercy Piwung Siap Terima Risiko

Anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Hanura, Mercy Piwung,S.H mengatakan, dirinya siap menerima risiko apabila PAW

Mundur dari DPRD NTT, Mercy Piwung Siap Terima Risiko
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Mercy Piwung 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Hanura, Mercy Piwung,S.H mengatakan, dirinya siap menerima risiko apabila Partai Hanura melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dirinya. Saat ini Mercy sudah mengundurkan diri dari Anggota DPRD NTT.

Mercy yang dihubungi POS-KUPANG.COM, Sabtu (4/8/2018), mengatakan, dirinya siap menerima risiko jika ada proses PAW. Meski demikian, dirinya telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Angota DPRD NTT.

"Karena syarat dari KPU bahwa, apabila maju menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) dari partai yang berbeda dengan partai pengusung ketika pemilu sebelumnya, maka harus mengundurkan diri. Jika tidak maka dinyatakan tidak memenubi syarat," kata Mercy.

Baca: Densus 88 Geledah Rumah Sepasang Suami Istri di Sleman

Dia menjelaskan, proses pengunduran diri dari DPRD itu untuk syarat mencalonkan diri kembali menjadi bacaleg.

Sedangkan proses PAW Mercy mengakui secara umum masih ada polemik di Partai Hanura dan masih ada proses hukum sehingga proses PAW masih menunggu adanya putusan incrah.

Dia mengakui, saat ini diirnya sudah maju menjadi bacaleg DPRD NTT dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Saya sudah tidak diakomodir oleh Partai Hanura sebagai bacaleg. Kami di DPRD NTT ada lima anggota dan saya dan pak Timo Terang tidak diakomodir oleh Partai Hanura," kata Mercy.

Lebih lanjut dikatakan, dirinya diminta oleh PKB NTT untuk maju sebagai salah satu bacaleg di daerah pemilihan (dapil) 5 NTT, meliputi Ngada, Nagekeo, Ende dan Maumere.

"Saya bangga ada parpol yang menghargai perempuan dan mengakomodir saya sebagai bacaleg. Saya akan bekerja dan membuktikan bahwa saya adalah kader perempuan yang bukan hanya untuk penuhi kuota," katanya.

Dikatakan, dirinya mengetahui bahwa tidak diakomodir oleh Partai Hanura saat hendak mendaftar di KPU NTT.

"Saya dan Pak Timo Terang diundang juga untuk ikut fit and proper test di Partai Hanura, namun setelah injury time, saya diinfokan bahwa tidak diakomodir di Partai Hanura sebagai bacaleg," ujarnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved