Opini Pos Kupang

Jadi Warga yang Relevan dan Signifikan, Serpihan Refleksi Saat Mengunjungi Ahok

Hanya yang membawa kartu identitas sah seperti paspor dan atau kartu tanda penduduk boleh memasuki wilayah kunjungan

Jadi Warga yang Relevan dan Signifikan, Serpihan Refleksi Saat Mengunjungi Ahok
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok 

Oleh RD Maxi Un Bria
Pimpinan Tahun Diakonat Keuskupan Agung Kupang

"Rara hora, rara brevis; waktu yang jarang, sejenak yang langka" (Bernadus dari Clairveaux).

POS-KUPANG.COM -- Hanya 30 menit yang tersedia, untuk berkunjung dan bercakap-cakap dengan Ahok. Namun dalam sejenak waktu yang langka dan pendek ini, ada pesan kebangsaan yang menarik untuk disimak. Hari itu, Jumat 20 Juli 2018.

Bersama tujuh sahabat yang lain, kami berkesempatan mengunjungi Pak Ahok di Mako Brimop Kelapa Dua, Depok Jawa Barat. Seperti biasa semua pengunjung menyerahkan kartu identitas yang legal dan dapat dipercaya. Pemeriksaan ketat, ibarat kita hendak memasuki wilayah perbatasan Israel dariYordania.

Hanya yang membawa kartu identitas sah seperti paspor dan atau kartu tanda penduduk boleh memasuki wilayah kunjungan dengan nyaman, lancar dan gembira.

Setelah melapor kepada petugas, kami dipersilahkan masuk ruangan tamu dengan kawalan petugas. Waktu terbatas dan berlalu begitu cepat (14.00-14.30 WIB). Pak Ahok dengan senyum yang khas dan pandangan mata yang bersinar menerima ucapan salam dari rombongan pengunjung.

Saya menyaksikan dari dekat, Yohana Hava seorang warga Australia, yang antusias mengajukan pertanyaan kepada Ahok. Begini pertanyaan spontan Yohana "Pak, Apa yang mebuat Pak tampak tetap ceria dan fresh di dalam tahanan?"

Pak Ahok menjawab: Menjalani masa dan pengalaman ini sebagai anugerah dalam hidup. Di tempat ini saya berkesempatan membaca banyak buku dan menulis refleksi dalam jurnal untuk berbagi dengan sesama. Selain itu kata Pak Ahok, "Saya juga menulis surat untuk membalas setiap surat yang dikirim kepadaku dari berbagai kalangan."

Yohana yang jauh-jauh datang dari Sidney untuk mengunjungi Ahok, merasa sangat terkesan, berbahagia dan bersyukur atas perjumpaan yang berharga ini. Kata Yohana, " Hanya orang-orang visioner, powerful dan beriman seperti Ahok dapat menjalani masa tahanan dengan gembira sebagai anugerah dan berkat Tuhan."

Ahok seperti yang saya lihat dari dekat saat itu ceria, berpengharapan, dan memiliki aura positive yang siapdishere.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help