Berita Ekonomi Bisnis

DP KPR Nol Persen Mulai Berlaku, Bagaimana di NTT?

REI NTT berharap DP KPR nol persen mulai berlaku di NTT,bank apa saja yang sudah menerapkan ini?

DP KPR Nol Persen Mulai Berlaku, Bagaimana di NTT?
PK/IRA
Bobby Pitoby 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, KUPANG-DPD REI NTT berharap semua bank pelaksana Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa melaksanakan relaksasi uang muka  dengan menerapkan DP nol persen.

Kebijakan relaksasi uang muka atau Down Payment (DP) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang berlaku 1 Agustus 2018 diharapkan bisa meningkatkan penyerapan pembelian rumah bersubsidi di NTT.

Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby, ketika dihubungi Kamis (2/8/2018) mengatakan, DPD REI NTT menyambut gembira kebijakan relaksasi uang muka KPR dari BI.

Baca: Helikopter Jatuh 18 Orang Tewas

Baca: 6 Hal Ini Wajib Diperhatikan Sebelum Menyewakan Rumah

"Kami mengharapkan semua bank pelaksana dapat melaksanakan kebijakan tersebut agar MBR (masyarakat Berpenghasilan Rendah) dapat memiliki rumah dengan DP atau uang muka nol persen atau tanpa uang muka," kata Bobby.

Menurut dia, kebijakan ini dapat mendongkrak penyerapan rumah subsidi dan rumah komersial.

Penandatangan PKS antara REI NTT dan BRI Cabang Kupang
Penandatangan PKS antara REI NTT dan BRI Cabang Kupang (POS-KUPANG.COM/IRA)

"Kami telah berkoordinasi dengan semua bank mengenai kebijakan ini. REI NTT sedang gencarnya melakukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui program ini dan memanfaatkan kebijakan ini," kata Bobby.

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) NTT juga menyambut baik kebijakan relaksasi uang muka KPR.

Baca: Tim Labfor Turun Olah TKP ke Gili Lawa

Apersi NTT juga berharap kebijakan relaksasi uang muka itu tidak menghilangkan subsidi uang muka sebesar Rp 4 juta.

Sekretaris Apersi NTT, Filmon Loasana mengatakan, jika relaksasi uang muka menghilangkan subsidi uang muka maka akan membebani pembeli rumah karena angsuran rumah menjadi besar.

Baca: Cucu Soeharto Nikahi Bule Cantik, Inilah Foto-Foto Varsha Strauss Istri Panji Trihatmodjo

"Kebijkan ini ada baiknya dan ada buruknya. Baiknya, masyarakat untung bisa dapat rumah tanpa bayar uang muka, developer juga untung karena rumah laku, Namun buruknya, angsuran jadi besar karena ketika berhadapan dengan bank, mekanisme perbankan berlaku," kata Filmon.

Ia berharap pemerintah tidak mencabut subsidi uang muka karena kalau subsidi ini dicabut, bebannya kembali ke konsumen.

Filmon mengatakan, kebijakan ini memang terdengar mudah. Namun dalam pelaksanaan akan ada ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi.

"Mengikuti kebijakan itu, Kementerian PU dan PR telah mengeluarkan berbagai ketentuan atau persyaratan terkait KPR yang mulai berlaku per 1 Agustus 2018. Syarat itu, harus dipenuhi pembeli rumah," katanya. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved