Berita Lembata

Saat Masuk Lapas Anggota DPRD Lembata Bawa Obat Lambung

Terpidana Ipi Bediona rupanya mengalami gangguan kesehatan. saat masuk Lapas, oknum anggota DPRD Lembata itu membawa serta obat sakit lambung

Saat Masuk Lapas Anggota DPRD Lembata Bawa Obat Lambung
istimewa
Terpidana Ipi Bediona (kepala botak) dan Ferry Koban (tanda tangan, ketiga dari kiri) saat hendak digiring masuk ke dalam penjara, Jumat (3/8/2018) siang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Terpidana Ipi Bediona rupanya mengalami gangguan kesehatan. Olehnya saat masuk ke Lapas, Jumat (3/8/2018) sianh, oknum anggota DPRD Lembata itu membawa serta obat untuk sakit lambung yang dideritanya.

"Saat masuk ke lapas siang tadi, oknum anggota DPRD Lembata itu (Ipi Bediona) membawa serta obat lambung. Tapi kami minta keluarga untuk membawa pulang obat itu. Terpidana dilarang membawa apa pun saat masuk penjara, kecuali pakaian," ujar petugas lapas dibenarkan Kepala Urusan Tata Usaha, Frengky Riberu, Jumat (3/8/2018).

Dikatakannya, di lapas itu ada klinik kesehatan. Jadi kalau ada penghuni lapas yang menderita sakit, maka tahanan atau terpidana yang bersangkutan akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada klinik tersebut.

Baca: Jenazah Petinju Pelatnas Asian Games Disambut Tangis Keluarga di Bandara El Tari Kupang

Begitu juga Ipi Bediona yang katanya menderita sakit lambung. "Untuk memastikan ada tidaknya gangguang kesehatan pada terpidana, di lapas ini ada klinik kesehatan. Jadi silahkan ke klinik yang ada di sini," tandas Frengky.

Tentang terpidana Ferry Koban, dia mengatakan, dia.mengatakan, saat masuk ke lapas, yang bersangkutan hanya membawa pakaian. Lantaran banyak pakaian yang dibawa ke lapas, sehingga cukup banyak pula yang dikembalikan.

Berbeda dengan Ipi Bediona, terpidana yang satu ini tidak membawa obat saat masuk penjara. Ferry juga tampak sehat ketika datang ke lapas Jumat pagi. Pagi itu keduanya diantar keluarga dan teman-teman sekitar 10 orang banyaknya.

"Dua oknum anggota Dewan itu masuk dulu ruangan isolasi. Mereka harus melewati masa pengenalan lingkungan (mapenaling) selama satu minggu ke depan. Jadi dalam rentang waktu itu ruang gerak mereka dibatasi. Ini berlaku untuk semua terpidana saat pertama kali masuk penjara," ujar Frengky. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help