Berita Sumba Timur

Pendemo Menolak LSM Yang Provokator Untuk Menghentikan Investasi PT.MSM

Sekitar enam ratus lebih karyawan pekerja PTMuria Sumba Manis (MSM) melakukan aksi demo mendukung kebijakan Pemerintah Sumba Timur menerima

Pendemo Menolak LSM Yang Provokator Untuk Menghentikan Investasi PT.MSM
pos kupang.com, robert ropo
Para pendomo saat beraksi di depan Kantor Bupati Sumba Timur 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU-----Sekitar enam ratus lebih karyawan yang pekerja di PT.Muria Sumba Manis (MSM) melakukan aksi demo mendukung kebijakan Pemerintah Daerah Sumba Timur untuk menerima Investor PT.MSM yang berinvestasi di Kabupaten Sumba Timur, Jumat (3/8/2018) siang.

Mereka datang dengan menggunakan belasan kendaraan roda empat, roda enam dan kendaraan roda dua, mereka membawa serta dengan berbagai macam tulisan di spanduk antara lain bertuliskan 'wahai LSM, stop bicara, tunjukan karya nyatamu beri kami pekerjaan, berikan keluarga kami makan berikan sejahtera pada tanah ulayatmu'. 'Kami tunggu karya nyatamu hai LSM penggangu'.

Selain itu, 'kami punya mimpi Sumba yang maju bukan Sumba yang jalan di tempat', 'kami bosan dan muak dengan bahasa dan adu dombamu, bahas itu tidak membuat perut keluarga kami kenyang, kata-katamu tidak dapat membayar sekolah anak kami', 'Tidak kerja, tidak makan minta LSM' dan sejumlah spanduk lainya yang pada intinya bertuliskan tolok LSM dan mendukung pemerintah daerah dan DPRD menghadirkan PT.MSM.

Kedatangan mereka, kemudian langsung di diterima oleh Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora, Wabup Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali dan Plh. Sekda Sumba Timur Domu Warandoy di ruang kerja bupati.

Saat bertemu itu mereka diwakilkan oleh sepuluh orang membaca aspirasi mereka oleh koordinasi aksi Taufik Asigaf.

Ada tujuh tuntutan yang mereka bacakan sebagai aspirasi pernyataan sikap mereka yakni mendukung Pemda Sumba Timur yang telah memberikan izin kepada perusahaan yang serius berinvestasi, bukan perusahan yang mengobral janji tanpa realisasi. Mendukung Pemda dalam proses penetapan hak ulayat sesuai fakta di lapangan. Mendukung DPRD Sumba Timur dalam membantu memediasi secara netral demi kesejahteraan Sumba Timur.

Selain itu, mendukung aparat keamanan untuk bertindak tegas kepada pihak-pihak yang menggangu investor yang serius berinvestasi. Menolak LSM atau warga luar Sumba Timur yang mendukung pihak luar yang mengaku pemilik lahan tanpa disertai bukti-bukti serta tidak mengetahui struktur kekerabatan masyarakat di Sumba Timur. Mendukung PT.MSM yang telah menyiapkan lapangan kerja sehingga merubah taraf hidup masyarakat Sumba Timur, dan mendukung proses hukum bagi pihak-pihak yang tidak puas dengan adanya Investasi di Sumba Timur.

Selanjutnya para pendemo menuju kantor DPRD. Disana mereka semua diterima tanpa perwakilan oleh ketua DPRD Sumba Timur Palulu Pabundu Ndima, Wakil Ketua 1 DPRD Sumba Timur Umbu Manggana, Wakil ketua II DPRD Sumba Timur John David berserta sejumlah anggota DPRD di ruang pendopo lantai 1 gedung itu.

Di DPRD juga mereka membacakan tuntutan mereka. Ada tujuh tuntutan yang mereka memberikan aspirasi.

Koordinator Aksi Taufik Asigaf juga usai bertemu DPRD Sumba Timur kepada wartawan menegaskan bahwa yang membuat provokator adalah LSM.

Taufik juga mengatakan, mereka bekerja di PT.MSM sudah bisa membantu mereka untuk memenuhi taraf hidup ekonomi mereka bersama keluarga.

"Kami kerja di PT.MSM ini kalau mau pinjam uang di bank tinggal tunjukan kartu NIK kami sebagai karyawan uang langsung cair tanpa harus neko-neko lagi. Selain itu ada yang pencuri sekarang tidak jadi pencuri lagi mereka sudah punya motor, ada yang pergi merantau sekarang sudah pulang kerja di PT.MSM ini,"ungkap Taufik.

Taufik juga mengaku karyawan yang datang demo sekitar 600 lebih karyawan dan sisanya sedang bekerja di kebun PT.MSM.

"Kita tolak LSM yang bikin adu domba ini, ksmi masyarakat dari ujung Kawangu sampai Melolo itu keluarga semua bukan orang lain, jadi LSM jangan provakasi kami. Kami juga minta Pemda dan DPRD jangan tutup ini Investor kami butuh pekerjaan ini,"tegas Taufik. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help