Berita Lembata

Detik-detik Terakhir Anggota Dewa Ipi-Ferry Digiring Masuk ke Penjara

inilah detik-detik terakhir Philipus Bediona alias Ipi dan Fransiskus Limawai alias Ferry Koban dibawa masuk di Lapas Kelas III Lembata

Detik-detik Terakhir Anggota Dewa Ipi-Ferry Digiring Masuk ke Penjara
istimewa
Terpidana Ipi Bediona (kepala botak) dan Ferry Koban (tanda tangan, ketiga dari kiri) saat hendak digiring masuk ke dalam penjara, Jumat (3/8/2018) siang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Seperti inilah detik-detik terakhir Philipus Bediona alias Ipi dan Fransiskus Limawai alias Ferry Koban dibawa masuk ke penjara di Lapas Kelas III Lembata, Jumat (3/8/2018) siang.

"Pak Ipi dan temannya Ferry Koban datang ke Lapas sekitar pukul 09.00 Wita. Setelah datang, mereka masih berdiri di bawah pohon kersen di sisi timur Lapas. Cukup lama mereka menunggu jaksa di tempat itu. Setelah jaksa datang, barulah mereka dibawa masuk ke sini."

Hal ini disampaikan Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Kelas III Lembata, Fransiskus Gregorius Riberu, ketika ditemui Pos Kupang.Com di Lapas Lembata, Jumat (3/8/2018) siang.

Saat masuk ke lapas itu, katanya, mereka tak mengizinkan para pengantar masuk bersama ke dalam lapas. Petugas hanya membolehkan keluarga inti mendampingi dua oknum anggota Dewan itu masuk ke lapas. Sedangkan yang lainnya dilarang masuk.

Saat itu, lanjut Frengky, demikian Fransiskus Gregorius Riberu biasa disapa, hanya Ipi Bediona yang didampingi istri dan anak. Sedangkan Ferry Koban tidak. Olehnya istri Bediona bersama anak dipersilahkan masuk.

"Kami hanya mengizinkan istri Bediona dan anaknya yang masuk ke ruangan ini. Mereka boleh masuk untuk sama-sama di ruangan ini sebelum terpidana Ipi Bediona dibawa masuk ke penjara. Sedangkan Ferry Koban datang bersama keluarga sehingga tidak diperkenankan masuk," tutur Frengky.

Saat dibawa masuk ke dalam penjara, lanjut Frengky, hanya dua terpidana yang didampingi petugas menuju kamar tahanan. Sedangkan istri, anak dan keluarga tetap di tempat. Mereka hanya sebatas menatap sebelum pintu lapas ditutup. (*)


Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved