Berita Pilpres 2019

Bupati Flotim Anton Hadjon Minta KPU Ubah Jadwal Pemilu 2019. Demi Perayaan Semana Santa?

Bupati Flotim Anton Hadjon Minta KPU Ubah Jadwal Pemilu 2019. Apakah Demi Perayaan Semana Santa?

Bupati Flotim Anton Hadjon Minta KPU Ubah Jadwal Pemilu 2019. Demi Perayaan Semana Santa?
KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT
Warga mengiringi patung Tuhan Ma (Bunda Maria) yang diusung dari kapela menuju Gereja Katedral pada perayaan Pekan Suci atau Semana Santa bagi umat Katholik, di Larantuka, Flores Timur, NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA - Bupati Flotim Anton Hadjon Minta KPU Ubah Jadwal Pemilu 2019. Apakah demi Perayaan Semana Santa?

Bupati Flores Timur menyurati Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Presiden Joko Widodo meminta jadwal pemilu 2019, hanya untuk hari pencoblosan harus diubah.

Pasalnya pemilu 2019 berupa pemilihan legislatif dan presiden per 17 April 2019 bertepatan dengan perayaan Rabu Trewa dalam perayaan besar Semana Santa di Kota Larantuka Flotim.

Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon kepada POS-KUPANG.COM di sela kunjungan ke Solor Jumat (3/8/2018) mengatakan seluruh elemen masyarakat Flotim inginkan pergeseran Pileg dan Pilpres di Flotim.

Baca: Dua Anggota DPRD Lembata Dijebloskan ke Penjara. Ini Penyebabnya

Baca: Diduda Tilep Uang Pelanggan Dirut PDAM Ende Jadi Tersangka

Baca: Ini Modus Yang Dilakukan Dirut PDAM Ende Tilep Uang Pelanggan

Bupati Flores Timur, Anton Hadjon bersama Menteri ESDM, Ignas Jonan
Bupati Flores Timur, Anton Hadjon bersama Menteri ESDM, Ignas Jonan (FACEBOOK/RYKO DE BUZER)

"Kita inginkan perubahan secara nasional demi kehidupan beragama di Indonesia.

Hari Rabu 17 April itu Hari Rabu Trewa di Flotim, tapi semua umat Kristen di Nusantara juga sibuk persiapan paskah," kata Bupati Anton.

Tanggal 17 April 2019, tambah bupati Anton ada dalam lingkaran pekan Paskah umat Kristen dalam persiapan merayakan paskah.

"Rata-rata di daerah Kristen, panitia pemilihan itu juga pasti orang penting yang juga panitia di gereja.

Ini akan sangat mengganggu dan kita minta perubahan secara nasional," kata Anton Hadjon.

Halaman
1234
Penulis: Felix Janggu
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved