Berita Larantuka

Penerima Kapal Program Bina Lingkungan dari Jasindo Ini Mengaku Terharu Dapat Bantuan

Ibrahim Milu, saat dari empat nelayan yang menerima kapal ketinting dan alat tangkap hari itu.

Penerima Kapal Program Bina Lingkungan dari Jasindo Ini Mengaku Terharu Dapat Bantuan
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Didit Mehta Pariadi, Direktur Keuangan dan Investasi Asuransi PT Jasindo bersama pimpinan Jasindo lainnya pose bersama dengan nelayan penerima bantuan di Pantai Sagu Adonara Flotim Kamis (2/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Ibrahim Milu, saat dari empat nelayan yang menerima kapal ketinting dan alat tangkap hari itu. Tiga nelayan lain yakni Berani Dusu, Ismail Samir dan Rahman.

Ibrahim Milu mengaku terharu sekali mendapatkan kapal ketinting tersebut. Telah lama ia memimpikan ada kapal ketinting, tapi apa daya tangan tak sampai.

"Saya terharu sekali pak. Selama ini saya hanya bisa pikirkan tapi tak bisa raih. Hari ini saya bisa gunakan kapal," kata Ibrahim.

Baca: Menyapa Nelayan Pesisir Flotim, Jasindo Bantu Empat Kapal Ketinting

Ibrahim mengatakan selama ini ia menggunakan sampan dayung. Sangat sulit karena tidak bisa mencari ikan begitu jauh ke tengah laut.

Tapi dengan kapal yang ada sekarang, kata Ibrahim telah melahirkan semangat baru baginya untuk rajin ke laut menangkap ikan.

Nelayan sangat terbantu lagi karena Badan Wakaf Alquran memiliki kapal penanpung bagi ikan-ikan nelayan sehingga bisa dipasarkan dengan mudah.

Berani Dusu mengaku sangat lega sekali mendapatkan bantuan kapal dari Jasindo. Kapal itu akan menggairahkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan pendapatan nelayan.

Husen Rahman dari Badan Wakaf Alquran menyampaikan terikakasih kepada Jasindo yang membantu nelayan Sagu.

Husen sebagai anggota pemungutan hasil usaha di badan wakaf Alquran mengaku cukup bahagia jika melihat nelayannya bahagia.

"Kita bahagia lihat mereka bahagia. Semoga ini akan mengurangi pengunaan alat tangkap ikan yang merusak lingkungan laut," kata Husen.

Husen mengatakan Sagu masih didominasi oleh para nelayan tradisional yang menggunakan kapal seadanya sehingga hasil tangkapan juga kurang banyak. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help