Berita Internasional

Paus Fransiskus Mengubah Pendirian Gereja Katolik tentang Hukuman Mati

Paus Fransiskus telah menyatakan hukuman mati 'tidak dapat diterima' ketika ia mengubah pendirian Gereja Katolik tentang hukuman mati.

Paus Fransiskus Mengubah Pendirian Gereja Katolik tentang Hukuman Mati
DailyMail.co.uk
Paus Fransiskus 

STORY HIGHLIGHTS:

* Paus Fransiskus telah mengubah pendirian Gereja Katolik tentang hukuman mati
* "Hukuman mati adalah serangan terhadap apa yang tidak dapat diganggu gugat dan martabat orang itu," katanya
* Gereja juga mengungkapkan akan melakukan yang terbaik untuk menghapuskan hukuman mati di seluruh dunia

POS-KUPANG.COM - Paus Fransiskus telah menyatakan hukuman mati 'tidak dapat diterima' ketika ia mengubah pendirian Gereja Katolik tentang hukuman mati.

"Gereja mengajarkan, dalam terang Injil, bahwa "hukuman mati tidak dapat diterima karena itu adalah serangan terhadap apa yang tidak dapat diganggu gugat dan martabat orang itu," kata Takhta Suci dalam sebuah pernyataan.

Perubahan di katekismus, panduan tanya jawab tentang apa yang seharusnya dipikirkan umat Katolik tentang berbagai masalah moral dan sosial, juga mengatakan bahwa Gereja akan 'bekerja dengan tekad' untuk menghapus hukuman mati di seluruh dunia.

Paus Fransiskus
Paus Fransiskus (DailyMail.co.uk)

Sebelumnya, katekismus mengatakan gereja tidak mengecualikan jalan lain untuk hukuman mati 'jika ini adalah satu-satunya cara yang mungkin untuk secara efektif membela kehidupan manusia melawan agresor yang tidak adil.'

Ajaran baru, yang tercantum dalam Katekismus No. 2267, mengatakan bahwa kebijakan sebelumnya sudah ketinggalan zaman, bahwa ada cara lain untuk melindungi kebaikan bersama, dan bahwa gereja seharusnya berkomitmen untuk bekerja untuk mengakhiri hukuman mati.

Baca: Rekonsiliasi Antara Meghan Markle dan Ayahnya Tak Akan Terjadi, Ada Masalah Sebelumnya

Hukuman mati telah dihapus di sebagian besar Eropa dan Amerika Selatan, tetapi masih digunakan di Amerika Serikat dan di beberapa negara di Asia, Afrika dan Timur Tengah.

Dalam surat yang menyertai penjelasan perubahan itu, kepala kantor doktrin Vatikan mengatakan perkembangan doktrin Katolik tentang hukuman mati tidak bertentangan dengan ajaran sebelumnya, melainkan merupakan evolusi darinya.

Vatikan mengatakan bahwa doktrin Katolik tentang hukuman mati adalah 'evolusi' dari ajaran sebelumnya.
Vatikan mengatakan bahwa doktrin Katolik tentang hukuman mati adalah 'evolusi' dari ajaran sebelumnya. (DailyMail.co.uk)

'Jika kenyataan situasi politik dan sosial di masa lalu membuat hukuman mati menjadi sarana yang dapat diterima untuk perlindungan kebaikan bersama, hari ini semakin meningkatnya pemahaman bahwa martabat seseorang tidak hilang bahkan setelah melakukan kejahatan yang paling serius,' kata Kardinal Luis Ladaria, prefek Kongregasi untuk Ajaran Iman.

Baca: Artis Roro Fitria Jamin Tak Ada Fasilitas Spesial di Sel Tahanannya

Halaman
12
Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved