Berita Kabupaten TTU

Kasus Dana Desa, Pengacara Ini Bilang Tuntutan JPU dari Kejari TTU Konyol, Ini Alasannya

Fransisco Bernando Bessi, SH.,MH mengatakan, terdapat perbedaan nilai kerugian negara antara dakwaan dengan tuntutan JPU Kejari TTU.

Kasus Dana Desa, Pengacara Ini Bilang Tuntutan JPU dari Kejari TTU Konyol, Ini Alasannya
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Terdakwa kasus korupsi dana desa di Desa Lanaus, Kabupaten TTU, Edwin Liem saat sesang mengikuti sidang pembacaan pledoi oleh kuasa hukumnya, di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (2/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kuasa hukum dari terdakwa kasus korupsi dana desa di Desa Lanaus, Kabupaten Timur Tengah Utara ( TTU) Edwin Liem, Fransisco Bernando Bessi, SH.,MH mengatakan, terdapat perbedaan nilai kerugian negara antara dakwaan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU.

Fransisco mengatakan, persoalan kerugian negara yang sebelumnya JPU dalam dakwaan menyatakan kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus korupsi dana desa tersebut sebesar Rp. 179.320.000.

Fransisco menjelaskan, kerugian negara tersebut sudah di hitung berdasarkan data yang ada, tetapi kemudian dalam tuntutan JPU, berubah menjadi sebesar Rp. 169.076.000 adalah kerugian yang nyata dan pasti.

Baca: Komisi III Soroti Penegakan Hukum Kasus Human Trafficking dan Imigrasi di NTT

" Ini menurut saya konyol, dan proses penegakan hukum bukan seperti itu. Kerugian negara harus lah dapat di buktikan sebelumnya berdasarkan data dan fakta, bukannya rekaan saja," ungkap Ftansisco saat

Menurut Fransisco, ada kesan bahwa setelah di bayarkan kerugian negara, baru lah dapat diketahui angkan pastinya. Apabila melihat lebih jauh, kerugian negara yang nyata dan pasti dalam berkas perkara sebesar Rp. 384.364.349, 08.

" Sehingga sejak awal saya katakan kepada teman-teman media bahwa akan saya buktikan dalam sidang bahwa kerugian negara belum ada angka nyata dan pasti berdasarkan data yang mana," kata Fransisco.

Frasisco mengatakan, pihaknya telah melakukan pembayaran kerugian negara pada persidangan sebelumnya sehingga majelis hakim dapat memperingan hukuman kepada terdakwa Edwin Liem.

" Karena kami telah membayar kerugian negara, maka pembelaan kami hanya meminta keringanan hukuman," ungkap Fransisco.

Berdasarkan pantauan Pos Kupang, sudang dengan agenda tuntutan tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Fransiska Paula Dari Nino dan kedua anggotanya yakni Gustaf Marpaung dan Muhtarom. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved