Berita Kota Kupang

Terkait Aset Tanah Malasera, Mantan Bupati Nagekeo Divonis Satu Tahun Penjara

Mantan Bupati Nagekeo, Johanes Samping Aoh divonis satu tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang

Terkait Aset Tanah Malasera, Mantan Bupati Nagekeo Divonis Satu Tahun Penjara
POS KUPANG/THOMMY MBENU
Mantan Bupati Nagekeo Johanes Samping Aoh saat berjabatan tangan dengan para JPU usai mengikuti sidang vonis di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (31/7/2018).

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG--Mantan Bupati Nagekeo, Johanes Samping Aoh divonis satu tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang pada, Selasa (31/7/2018).

Johanes divonis dalam kasus korupsi pengalihan aset tanah Malasera yang merupakan tempat pembangunan rumah sehat sedarhana bagi ASN di Kabupaten Nagekeo.

Yohanes divonis satu tahun penjara bersama dengan tiga terdakwa lainnya yakni Mantan Sekda Nagekeo Julius Lawotan, Kepala Badan Pertanahan Nagekeo Petrus Wake dan Developer PT. Prima Indomega Firdaus Adi Kisworo.

Dalam sidang tersebut, Ketua Majelis Hakim Mohamad Soleh mengatakan, keempat terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan atau turut serta melakukan secara bersama-sama memperkaya diri sendiri atau orang lain.

Hal itu, tambah Mohamad, sesuai dengan dakwaan subsidair dari jaksa penintut umum yakni Pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

" Maka dengan itu menjatuhkan mereka dengan pidana penjara selama 1 tahun lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 1.5 tahun dan didenda 50 juta rupiah dengan subsider 1 bulan penjara," ungkap Mohamad.

Sementara untuk uang pengganti, kata Mohamad, menetapkan tidak ada uang pengganti karena aset tanah malasera sudah dikembalikan oleh para terdakwa ke pemerintah kabupaten nagekeo.

Karena aset sudah dikembalikan, tambah Mohamad, agar segera diurus administrasi tanah tersebut sehingga segera didaftarkan kembali sebagai aset daerah Kabupaten Nagekeo.

Selain itu kepada terdakwa juga oleh majelis diberikan kesempatan untuk mengambil langkah hukum dan oleh penasihat hukum menyatakan pikir-pikir dan hal itu juga diikuti oleh JPU.

Pembacaan putusan tersebut juga disaksikan langsung oleh keluarga para terdakwa. Usai sidang mereka disambut oleh keluarga dengan isak tangis.

Dalam sidang pembacaan putusan itu disaksikan oleh JPU dari Kejari Ngada Dicky Martin Saputra dan Hengki Charles Pangaribuan serta kuasa hukum terdakwa George Nakmofa cs.

Jalannya sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Mohamad Saleh didamping dua hakim anggota masing-masing Ali Muhtarom dan Ibnu Kholik. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help