Berita Kabupaten Ngada

Ini Sentra Industri Lain yang Digagas oleh Dinas Perindustrian Ngada

Pemda Ngada terus mendorong agar industri tenun terus menghasilkan produk berkualitas.

Ini Sentra Industri Lain yang Digagas oleh Dinas Perindustrian Ngada
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Proses pembuatan tenun ikat yang menjadi sentra produksi di Ngada Bajawa

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Pemda Ngada terus mendorong agar industri tenun terus menghasilkan produk berkualitas.

Selain sentra industri tenun ikat, saat ini Pemda Ngada mencanangkan Malanuza di Mataloko sebaai sentra industri bambu.

"Kami juga baru-baru mencanangkan kawasan sentra industri Malanuza Mataloko.
Yang kita mulai dengan bagaimana dengan menggunakan bambu menjadi prodak-prodak yang bisa tidak hanya digunakan komsumsi lokal tetapi juga diekspor," papar Kepala Dinas Perindustrian Ngada, Anton Jawa, kepada POS KUPANG.COM, Rabu (1/8/2018).

Anton Jawa mengaku, pencanangan ini diikuti dengan Bimbingan teknis bagaimana membuat funiture bambu. Itu merupakan kerjasama Kementerian Peindustrian RI, Dinas Perindustrian Provinsi dan Dinas Perindustrian Kabupaten Ngada.

"Jadi kita sudah merekrut, mereka-mereka yang kita harapkan pionir dalam sebuah kelompok usaha industri yang kita namakan Kelompok Industri Usaha Bambu Abadi," papar Anton.

Anton mengaku tenaga yang sudah mulai bekerja saat ini. Sehingga kedepan ada kemajuan.

"Mereka sudah mulai membuat.Ini merupakan awal dan tahap pertama. Tentu mereka harus diback up lagi dengan tenaga mesin (adakan mesin) kemudian dengan pelatihan lanjutan untuk lebih terampil. Itu yang kita dorong dan sudah mulai menggarap kesana," jelas Anton.

Ia mengaku saat ini investor sudah melirik sektor industri bambu. Karena bambu sangat bagus dan akan menjadi produk berkelas kedepannya.

"Kemudian investor juga dari Indo Bambu sudah siap untuk menampung prodak-prodak dari kelompok Industri Bambu Abadi. Jadi sudah dibicarakan. Malah sekarang dari Indo Bambu sudah mengorder pembuatan sendok. Yaitu sendok nasi kepada kelompok industri ini. Kita terus dorong itu. Supaya lebih eksis dan ada dampak dari sisi ekonomi," papar Anton.

Anton mengatakan, tujuannya adalah mensejahterakan masyarakat. Dan itu mulai masuk dalam penyiapan lokasinya sudah ada bekerjasama dengan desa.

"Mereka kita akan lengkapi dengan bara kerja dan berbagai workshop. Karena mereka ini datang dari beberapa desa. Nanti sentranya di Malanuza. Sedangkan dari desa lain bisa melanjutkan jika sudah belajar ditempat itu didesa untuk bisa dikembangkan di masing-masing desa. Usahanya setengah jadi dan untuk jadinya bisa diusaha sentra atau dipusat sentra di Malanuza di Mataloko," ujar Anton.(*)


Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved